Menanti Hasil Tes PISA 2022

Sumber :OECD
Sumber :
  • vstory

VIVA – Samuel Becket pada tahun 1952 menampilkan satu lakon drama yang kemudian terkenal di seantero dunia, judulnya “Waiting For Godot”. Secara garis besar drama itu menceritakan tentang dua orang yang menunggu kedatangan seseorang dalam waktu lama, dan orang itu tidak kunjung datang.

img_title Pensiun Tak Harus Berhenti Cari Uang, 7 Bisnis Ini Bisa Dimulai Sebelum Usia 60 Tahun

Meskipun demikian kedua orang tersebut tetap setia menunggu. Lakon drama itu kemudian dinisbahkan kepada siatuasi apapun yang berkaitan dengan menunggu sesuatu dalam waktu yang sangat lama dan selalu berharap bahwa pada akhirnya penantian akan sesuatu itu terwujud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 Lakon “Waiting For Godot ini juga  bisa dianalogikan terhadap penantian panjang bangsa Indonesia yang dahaga akan hasil PISA yang lebih baik. Tes PISA sangat penting, karena itu  semua negara maju yang tergabung dalam OECD sejumlah 30 negara dan tambahan kurang lebih 50 Negara partner termasuk Indonesia sudah mengikuti tes ini sejak tahun 2000 sampai tes terakhir di tahun 2018.

img_title Fakta-fakta Istri Sah Bawa 20 Polisi Buat Labrak Pelakor dan Bongkar Bukti Dugaan Perselingkuhan

Selama dua puluh tahun kita terus berharap akan hasil yang memuaskan terhadap pencapaian PISA. Setiap kali hasil tes PISA keluar, setiap kali itu pula ranking Indonesia bertengger di bawah sepuluh besar, bahkan banyak yang kemudian menjadikan olok-olokan bahwa mencari ranking Indonesia tidak perlu dilihat dari atas langsung saja mencari sepuluh ke bawah biar gampang dan tidak bikin mata sakit.

Mengapa ranking PISA begitu penting? Karena tes ini, di samping mengukur kemampuan dasar siswa sekolah menengah, juga melihat aspek-aspek lain yang menentukan kualitas pendidikan sebuah negara seperti kemampuan guru, fasilitas sekolah, kemampuan keluarga, gender, disparitas mutu bahkan untuk negara Eropa dan Amerika juga melihat kemampuan siswa imigran dan non imigran.

img_title Soal Penambahan Anggaran Mitigasi Bencana, Purbaya: Tunggu Hitungan BNPB!

Berdasarkan hasil tes PISA ini juga biasanya kemajuan pendidikan suatu negara diulas oleh banyak ahli-ahli pendidikan di dunia yang sekaligus menempatkan baik buruknya sistem pendidikan negara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang professor Harvad bahkan berani mengklaim bahwa pendidikan Indonesia tertinggal 128 tahun dibanding negara-negara  maju juga berdasarkan hasil tes ini.

Hal ini penulis dengar sendiri ketika sang professor menjadi salah satu pembicara di kampus penulis di tahun 2017. Bukan saja Indonesia yang selalu mendapat kritikan  buruk berdasarkan hasil tes PISA, bahkan India memboikot PISA dan menjadikan tes PISA 2009 sebagai keikutsertaanya yang pertama sekaligus terakhir. Apa pasal?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut