Pengesahan RUU-TPKS Harusnya Menjadi Kado International Women’s Day 2022

Ilustrasi Stop Kekerasan Terhadap Perempuan. Sumber (gambar) : shutterstock
Ilustrasi Stop Kekerasan Terhadap Perempuan. Sumber (gambar) : shutterstock
Sumber :
  • vstory

VIVA - Sejak 2012 Komnas Perempuan telah mengusulkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) kepada DPR, namun hingga kini Undang-undang yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) pada 2021 ini belum juga disahkan.

Bahkan Presiden Joko Widodo dengan tegas meminta DPR untuk segera mengesahkan UU yang mengatur tentang perlindungan kekerasan seksual demi memberikan perlindungan yang maksimal bagi korban.

Pada 9 September 2021, Pemerintah Indonesia mengubah diksi atas Rancangan Undang-undang tersebut, yang semula RUU PKS kini menjadi RUU TPKS (Rencana Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual) dengan dalih supaya lebih membumi.

Perjalanan panjang sejak 2012, RUU TPKS beberapa kali mendapat penolakan dari berbagai kalangan, mulai dari perorangan yang membuat petisi "Tolak RUU Pro zina", Kelompok Ormas hingga Guru besar atau Akademisi bahkan dari salah satu Fraksi Partai di DPR sendiri, lantaran di nilai dalam UU ini melegalkan pelacuran atau tidak ada larangan tentang perzinahan.

Komnas Perempuan merilis, Per 2021 jumlah kekerasan perempuan di Indonesia mencapai 10.247 dan hampir 16?ri jumlah tersebut didapati kekerasan seksual.


Kado pahit di hari International Women's Day atau hari perempuan sedunia, yang seharusnya pada tanggal 8 Maret 2022 ini para korban kekerasan seksual mendapat legitimasi atas Undang- undang yang dapat memberikan perlindungan bagi mereka yang telah mengalami kekerasan oleh para "lelaki hidung belang, minim moral" ini.


Indonesia dapat dikatakan sebagai negara darurat kekerasan seksual, ribuan jumlah insiden yang terjadi atas nama pencabulan, percobaan perkosaan, perkosaan dengan kekerasan dan bahkan perkosaan dengan pembunuhan. Di Negara timur yang seharusnya menjujung tinggi derajat dan martabat seorang perempuan, nyatanya nihil terealisasi.

Halaman Selanjutnya
img_title
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.