Sketsa Ramadhan: Masjid Isa dan Perawan Maria

Mary The Mother of Jesus Mosque, Abu Dhabi, UAE (Foto/wikimedia.org)
Sumber :
  • vstory

Virgin Mary Masjid—dalam bahasa Indonesia berarti “Masjid Perawan Maria”—berada di Hoppers Crossing, sekitar 32 km barat daya dari pusat Kota Melbourne. Pada plang putih di tepi jalan yang bertuliskan nama masjid dalam huruf kapital warna biru tua, di bagian bawahnya disertakan Surat Ali Imran ayat 42 dengan terjemahan bahasa Inggris dalam warna hijau pekat. Terjemahan ayat itu dalam bahasa Indonesia adalah “Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).”

img_title Parlemen Israel Setujui RUU Larangan Azan Pakai Pengeras Suara

Masjid Perawan Maria dipimpin Syekh Isse Musse (Indonesia: Isa Musa) sebagai imam dan khatib utama. Syekh Isse yang buta sejak kecil meninggalkan negerinya Somalia yang dicabik perang saudara di tahun 90-an. Dia mendalami agama Islam di Arab Saudi sebelum hijrah ke Benua Kanguru pada 1997. “Ketika itu masjid sedang dibangun oleh komunitas muslim setempat. Saat akan diberi nama, saya ingin sebuah nama masjid yang tidak tradisional dan menghormati perempuan. Maka saya usulkan nama Masjid Perawan Maria,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usulan itu tak langsung disetujui jamaah yang sebagian tercengang. Bahkan ada yang protes karena terdengar seperti nama Gereja Katolik. “Lalu saya jelaskan bahwa Perawan Maria itu sebutan yang digunakan oleh Al Qur’an. Jadi tidak ada yang keliru dengan nama itu. Akhirnya seluruh jamaah setuju,” lanjut Syekh.

img_title Pria Asal Madiun Colong 26 Kotak Amal Masjid dan Musala di Ponorogo dalam 2 Bulan

Meski sebagian jamaah berdarah Bangladesh, namun tak kurang dari 17 kebangsaan lainnya terdata sebagai jamaah masjid termasuk warga asli Australia. Agar masjid tak dikuasai satu kelompok, maka dewan pengurus dibuat dengan meracik sebanyak mungkin perwakilan etnik. Termasuk seorang muslimah bernama Saima Azhar sebagai satu-satunya wakil jamaah perempuan.

Tiga pekan sebelum masuk Ramadan tahun ini--pada 13 Maret 2022--Masjid Perawan Maria membuat Open Day yang bisa dikunjungi siapa saja. Selain acara keagamaan (ceramah dan pengislaman mualaf) di ruang utama masjid, juga berlangsung bazaar aneka makanan dan permainan anak-anak yang berlangsung meriah di halaman rumah ibadah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title KDM Pilih Bangun Masjid Kecil di Perkampungan, Singgung Kini Masyarakat Datang ke Masjid Cuma Buat Foto
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut