Sketsa Ramadhan: Pinjaman Bestari Supardi Lee
- vstory
VIVA – Salah seorang pembaca setia tulisan SKEMA (Sketsa Ramadhan) ini adalah Meuthia Ganie Rochman, Ph.D. Selain selalu meneruskan ( forward) setiap posting saya ke lingkar jejaringnya, doktor sosiologi alumni Radboud University Nijmegen, Belanda, ini juga mengirimkan tanggapan balik yang selalu suportif. Salah satunya seperti ini. “Terima kasih Uda Akmal. Anda menjadi penyampai yang teliti dan baik tentang virtues yang dilakukan orang,” tulis ahli sosiologi pembangunan dan sosiologi korupsi pengarang buku Islam, Jawara & Demokrasi: Geliat Politik Banten Pasca-Orde Baru (2010) itu.
Virtue adalah kebajikan. Saya meyakini virtue sebagai sikap dasar yang melekat pada diri setiap insan, hanya berbeda dalam derajat pengungkapan dan tindakan. Filsuf Yunani Kuno Aristoteles menengarai kebajikan bisa tumbuh berdasarkan praktik dan kebiasaan sehari-hari dari benih etika yang baik yang disebut virtue ethics. Salah seorang penyemai etika kebajikan itu adalah Supardi Lee, penulis buku Sistem Ekonomi Sedekah dan Direktur Baitul Mal Bestari, yang mendesain program microfinance bagi wong cilik.
“Penerima manfaat Bestari sudah 230-an orang. Salah seorang yang terbaru adalah driver ojol (ojek online) yang kami bantu membeli motor seharga 16 juta dengan qardhul hasan, pinjaman tanpa riba,” katanya. Itu berarti si tukang ojek akan mengembalikan pinjaman sesuai jumlah yang dia terima tanpa ada tambahan biaya seperti lazimnya pinjaman dari lembaga keuangan konvensional. Ini sesuai dengan nama Bestari yang merupakan singkatan dari ‘Berkah Sejahtera Tanpa Riba’ selain memiliki arti ‘cerdas’ yang sudah diketahui luas (seperti pada frasa ‘bijak bestari’).
Saya mengenal Supardi--lelaki berdarah Tionghoa berusia 46 tahun--pertama kali di tahun 2015. Saat itu mantan Pemimpin Umum LKBN Antara, Dr. A. Mukhlis Yusuf, mengundang saya untuk berbagi kiat penulisan di sebuah cafe di Bogor. Supardi hadir sebagai peserta dan aktif dalam diskusi dan memperkenalkan diri sebagai trainer. Di akhir acara dia menghadiahkan bukunya Wisdom for Beginners: 35 Rambu Penyelamat Bisnis Pertama Anda (2015). “Ini buku penulis amatir, semoga bermanfaat,” katanya sopan. Itu kejadian tujuh tahun lalu.