Membangkitkan Kualitas Tenaga Kerja

Sumber: Shutterstock.com
Sumber :
  • vstory

VIVA – Indonesia memiliki berbagai kekayaan alam  yang melimpah. Di samping  kekayaan alam, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang melimpah. Hal ini terlihat dari kondisi bonus demografi yang sedang dialami Indonesia. Sehingga, saat ini jumlah penduduk usia produktif Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk usia non-produktif.

img_title Saatnya Magang Mahasiswa Naik Kelas

Namun, kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia tak lantas membawa Indonesia menikmati kekayaannya. Alih-alih menjadi negara maju, Indonesia bahkan diumumkan mengalami penurunan kelas menjadi negara dengan penghasilan menengah ke bawah oleh situs resmi Bank Dunia pada Juli 2021 lalu. Meskipun di tahun 2021 Indonesia telah menempati urutan ke-16 sebagai negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia, angka ini masih sangat kecil bila dibandingkan dengan banyaknya jumlah penduduk Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya itu, di tengah berbagai kelimpahan sumber daya manusia, Indonesia masih harus mendatangkan tenaga kerja asing untuk dapat mengelola sumber daya alamnya. Meskipun jumlah tenaga kerja asing terus menurun, data Kementerian Ketenagakerjaan per Mei 2021 menyebutkan bahwa  total tenaga kerja asing yang ada di Indonesia masih mencapai 95.058 orang. 

img_title Kampus Merdeka: Inovasi Pendidikan yang Melahirkan Generasi Siap Bersaing

Minimnya Kualitas Tenaga Kerja Indonesia

Tentu saja ada yang salah dengan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia. Hingga kini, Indonesia masih dikenal sebagai negara pengekspor kekayaan alam dan malah menjadi pengimpor barang jadi. Salah satunya adalah barang plastik yang menjadi barang keempat yang paling banyak di impor Indonesia pada April 2021 lalu.  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa impor barang plastik bahkan mencapai US$ 957 juta.  Hal ini menunjukkan betapa Indonesia masih belum mampu secara mandiri mengelola kekayaan alam yang dimiliki.

img_title Transformasi Kampus Merdeka: Membangun Kampus Bebas Kekerasan Seksual

Data BPS pada Agustus 2021 juga menyebutkan bahwa 55,5% tenaga kerja Indonesia memiliki tingkat pendidikan SMP ke bawah. Mereka yang mampu menamatkan pendidikan di perguruan tinggi, hanya mencapai 12,8%. Sebuah kondisi yang cukup miris, sebab kita tahu pendidikan tenaga kerja tentu akan membawa kualitas pekerjaan yang baik. Jika memperhatikan kondisi ini, tak heran jika Indonesia masih akan terus  menjadi negara pengimpor barang jadi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut