Peran Penting Guru PAI dalam Moderasi Baragama di Era Metaverse dan 4.0
- ANTARA FOTO/Ampelsa
Moderasi sendiri mengacu kepada defenisi untuk tidak berlebih-lebihan dalam beragama atau fanatisme buta tanpa dalil dan dasar. Prinsip moderasi beragama adalah sikap atau cara pandang perilaku beragama yang moderat, toleran, menghargai perbedaan, dan selalu mengejawantahkan kemaslahatan bersama. Guru-guru PAI bisa difungsikan sebagai " Agent of Change " di sekolah-sekolah umum.
Sekali lagi, pemahaman bergama yang benar harus ditanamkan sejak dini di jenjang SD,SMP dan SMA. Sehingga kekerasan-kekerasan atas nama agama tidak lagi terjadi di Indonesia. Masyarakat Indonesia yang multikultural adalah suatu fakta yang harus diterima.
Guru PAI bisa memfungsikan MGMP dan KKG sebagai wadah untuk mengaktifkan dan menjadi ajang tukar pikiran dalam kegiatan moderasi beragama. Ketika mereka mengajar di ruang-ruang kelas, maka konsep-konsep moderasi bisa disertakan dengan baik karena memang moderasi beragama adalah bagian dari materi yang sangat berkaitan dengan mata pelajaran yang mereka ampu.Â
Dengan demikian, peserta didik yang mayoritas generasi " Z" dan generasi alpha tidak akan mudah terprovokasi untuk sekadar ikut-ikutan dalam memuja pemahaman yang keliru yang bisa mereka dapatkan dengan mudah dari internet.