Transaksi Ekonomi Rumah Tangga

Foto : Rafael Lumban Toruan - Pencatatan Rumah Tangga di Kabupaten Mimika
Sumber :
  • vstory

VIVA – Rumah tangga merupakan pelaku ekonomi yang penting, baik sebagai penyedia faktor produksi maupun sebagai konsumen terbesar atas barang dan jasa yang tersedia di dalam suatu perekonomian.

img_title Gen Z hingga Boomer, Begini Cara 4 Generasi Hadapi Krisis Keuangan

Penggunaan faktor produksi oleh unit-unit usaha menimbulkan balas jasa atau pendapatan bagi unit rumah tangga. Pendapatan yang dimaksud dalam bentuk upah/gaji, surplus usaha, ataupun pendapatan lainnya. Total pendapatan yang tidak digunakan rumah tangga untuk aktivitas konsumsi dan transfer akan berbentuk tabungan. Tabungan ini merupakan salah satu sumber dana investasi bagi rumah tangga maupun unit-unit institusi lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi Tabungan Masyarakat

img_title Rupiah Melemah ke Rp 17.697 usai Laporan soal Defisit Neraca Transaksi dan Kredit Perbankan Juli 2026

Dalam analisis ekonomi, tabungan (saving) merupakan variabel penting. Sektor ekonomi dengan tabungan yang positif disebut sektor surplus, sedangkan yang negatif disebut sektor defisit.

Lembaga keuangan seperti bank, asuransi, koperasi, dan lembaga keuangan lain menyalurkan dana dari sektor surplus ke sektor defisit. Proses penyaluran dana itu dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya diinvestasikan langsung (pembelian barang modal), atau diinvestasikan dalam bentuk investasi finansial seperti simpanan bank, pinjaman langsung, surat berharga, serta kontrak pinjam meminjam lainnya.

img_title Keseimbangan Regulasi dan Inovasi Berkelanjutan Bisa Dongkrak Perkembangan Aset Kripto

Berdasarkan data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diketahui bahwa jumlah rekening dengan saldo kurang dari Rp2 miliar meningkat sebesar 91,73 juta rekening atau bertambah sebanyak 26% YoY pada bulan Januari 2022. Sedangkan jumlah rekening dengan saldo lebih dari Rp 2 miliar meningkat sebanyak 19.000 rekening atau bertambah sebanyak 6,38% YoY.

Rumah tangga merupakan sektor surplus, sehingga dalam menetapkan kebijakan ekonomi patut dipertimbangkan. Jika seluruh tabungan rumah tangga tersimpan di ‘bawah bantal’ dalam bentuk uang tunai, maka peluang untuk meningkatkan produksi melalui perluasan investasi akan terlewat. Untuk melihat apa yang dilakukan rumah tangga atas tabungan dibutuhkan data tabungan, jumlah investasi fisik (pembelian alat produksi), serta transaksi finansial dengan sektor lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pencatatan Keuangan Rumah Tangga

Sehingga dengan adanya tabungan dapat menjadi salah satu alat bantu pencatatan akutansi dalam kehidupan sehari-hari. Padahal dengan sistem pencatatan keuangan yang baik dapat membantu rumah tangga dalam membuat keputusan pada penggunaan dana yang ada. Sebagai contoh jika mengalami defisit pada keuangan maka rumah tangga dapat melakukan pemotongan anggaran pada rincian pengeluaran yang belum dibutuhkan atau dapat dikurangi seminimal mungkin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut