Transaksi Ekonomi Rumah Tangga
- vstory
Sejauh ini unit rumah tangga tidak diwajibkan melaporkan transaksi ekonominya pada pihak lain (pemerintah). Padahal di era digital saat ini pencatatan keuangan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi pada smartphone masing-masing. Karena menurut BPS pada tahun 2021 sekitar 62,10 persen penduduk Indonesia sudah melakukan akses internet, 98,70 persen menggunakan HP/Ponsel untuk melakukan akses internet.
Penyebab Rendahnya Pencatatan Keuangan Rumah Tangga
Salah satu penyebab adalah kualitas pendidikan masyarakat Indonesia yang rendah, seperti yang kita ketahui bersama jika mata pelajaran ekonomi baru diperkenalkan pada tingkat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sedangkan menurut BPS pada tahun 2021, penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai ijazah sebesar 13,87 persen dan lulus setingkat Sekolah Dasar (SD) sebesar 25,10 persen. Atau jika digabungkan ada sekitar 38,97 persen yang belum mendapatkan pelajaran ekonomi, sehingga banyak masyarakat yang belum mengetahui pentingnya pencatatan keuangan rumah tangganya.
Saran
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai transaksi keuangan adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikan masyarakat. Adapun hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kegemaran membaca. Berdasarkan data, tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia secara keseluruhan hanya sebesar 59,52 dengan durasi membaca 4-5 jam per minggu dan 4-5 buku per triwulan. Tentu angka ini masih sangat kurang dan diharapkan materi yang dibaca dapat lebih ditingkatkan pada aplikasi kehidupan keuangan rumah tangga.