Transaksi Ekonomi Rumah Tangga

Foto : Rafael Lumban Toruan - Pencatatan Rumah Tangga di Kabupaten Mimika
Sumber :
  • vstory

Sejauh ini unit rumah tangga tidak diwajibkan melaporkan transaksi ekonominya pada pihak lain (pemerintah). Padahal di era digital saat ini pencatatan keuangan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi pada smartphone masing-masing. Karena menurut BPS pada tahun 2021 sekitar 62,10 persen penduduk Indonesia sudah melakukan akses internet, 98,70 persen menggunakan HP/Ponsel untuk melakukan akses internet.

img_title Teknologi Jadi Kunci Mengubah Cara Orang Mengelola Uang

Penyebab Rendahnya Pencatatan Keuangan Rumah Tangga

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu penyebab adalah kualitas pendidikan masyarakat Indonesia yang rendah, seperti yang kita ketahui bersama jika mata pelajaran ekonomi baru diperkenalkan pada tingkat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

img_title Bukan Anak Sultan, Gen Z Ini Punya Tabungan Rp1,8 Miliar di Usia 24 Tahun, Ini Rahasianya

Sedangkan menurut BPS pada tahun 2021, penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak mempunyai ijazah sebesar 13,87 persen dan lulus setingkat Sekolah Dasar (SD) sebesar 25,10 persen. Atau jika digabungkan ada sekitar 38,97 persen yang belum mendapatkan pelajaran ekonomi, sehingga banyak masyarakat yang belum mengetahui pentingnya pencatatan keuangan rumah tangganya.

Saran

img_title Gaji Baru Masuk tapi Langsung Habis? 8 Kebiasaan Finansial Ini Mungkin Terbentuk Sejak Kecil

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai transaksi keuangan adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikan masyarakat. Adapun hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kegemaran membaca. Berdasarkan data, tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia secara keseluruhan hanya sebesar 59,52 dengan durasi  membaca 4-5 jam per minggu dan 4-5 buku per triwulan. Tentu angka ini masih sangat kurang dan diharapkan materi yang dibaca dapat lebih ditingkatkan pada aplikasi kehidupan keuangan rumah tangga.

Kepala BGN, Sudaryono

BGN Siapkan Aplikasi Loka MBG, Transaksi Kebutuhan SPPG Bakal Lebih Transparan

BGN menyiapkan Loka MBG, aplikasi marketplace yang dirancang untuk menghubungkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan asosiasi dan koperasi petani.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut