Menafsir Ulang Masa Awal Sastra Indonesia Modern

Sejarah Sastra
Sumber :
  • vstory

VIVA – Menulis sejarah sastra Indonesia memang tidak mudah. Kesulitan terbesar dalam mencatat sejarah sastra, khususnya sastra Indonesia modern, adalah menentukan awal periode kelahirannya.

img_title Kabar Gembira untuk Timnas Indonesia: Bintang Muda Belanda Mulai Kasih Sinyal Ingin Dinaturalisasi Emil Aman di Como,

Menurut beberapa kritikus sastra, sastra Indonesia pertama kali muncul pada tahun 1920-an. Banyak buku sejarah sastra Indonesia modern mengambil pendapat ini sebagai awal munculnya sastra Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alhasil, meski merupakan produk bangsa kolonial, kemunculan Balai Pustaka pada saat itu menjadi tonggak sejarah penting dalam sejarah sastra Indonesia. Di masa lalu, ketidaktepatan penulis dalam mengumpulkan fakta dan data membuat perjalanan sastra Indonesia tidak lengkap. (Bahtiar, 2018).

img_title Kaltim Masih Panas, BMKG Ingatkan El Nino Menguat dan Puncak Kekeringan September-Oktober

Karya yang terbit sebelum tahun 1928 lazim digolongkan pada sastra Angkatan ’20 atau angkatan Balai Pustaka.

Beberapa sastrawan berpendapat karya ini tidak dapat dimasukkan “golongan hasil sastra Indonesia”, melainkan hanya “sebagai hasil sastra Melayu Baru/Modern”.

img_title Bukan Cuma Bunga Mahal, Ini yang Bikin Kredit Motor Listrik Masih Belum Gampang

Alasannya, karya-karya tersebut “bertentangan sekali dengan sifat nasional yang melekat pada nama Indonesia itu”. Dengan dasar, pembagian sastra Indonesia dengan a) Pra Pujangga Baru atau Pra Angkatan ’33 (1928-1933); b) Pujangga Baru angkatan ’33 (1933 – 1945); dan c) Angkatan ’45, dan seterusnya.

Pendapat lain adalah bahwa beberapa ahli sastra berpendapat bahwa kelahiran sastra Indonesia Modern adalah pada tahun 1920. Pasalnya, pada saat itu novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar lahir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlepas dari apakah isi novel ini bersifat nasional atau tidak, yang jelas bacaan tersebut adalah karya pengarang Indonesia yang pertama kali terbit di Indonesia dalam bahasa Indonesia.

Selain tokoh dan latar di Indonesia, bentuknya berbeda dengan karya sastra lama sebelumnya. Dengan kata lain, bentuk sastra sudah “modern” dan tidak “kuno” lagi, tidak lagi seperti cerita tentang keraton, legenda atau bentuk sastra lama lainnya. Oleh karena itu, masa itu dijadikan sebagai lahirnya Sastra Indonesia Modern.

Chairil Anwar

Sastrawan Indonesia yang Muncul pada Masa Pendudukan Jepang

Berikut adalah Sastrawan Indonesia yang muncul pada masa pendudukan Jepang.

img_title
VIVA.co.id
2 Juni 2022
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut