Geliat Sektor Pariwisata Pascapandemi Melanda

Sektor pariwisata yang memberikan banyak multiplier effect kepada sektor lain mulai bangkit kembali.
Sumber :
  • vstory

VIVA – Pandemi Covid-19 memang belumlah usai. Namun data yang dilansir dari halaman covid19.go.id menunjukkan bahwa kasus konfirmasi harian di Indonesia terus melandai diiringi dengan cakupan vaksinasi yang telah mencapai lebih dari 80 persen untuk vaksinasi tahap kedua.

img_title Kabar Terbaru Labuan Bajo Usai Diguncang Gempa, Kemenpar Ungkap Kondisi Destinasi Wisata Terkini

Walaupun pada Juni lalu kasus konfirmasi harian sempat kembali meningkat, Presiden Joko Widodo, melalui akun Instagram resminya, menyatakan bahwa situasi pandemi Covid-19 di Indonesia masih terkendali dengan positivity rate berada pada angka 1,15 persen, di bawah standar WHO yakni sebesar 5 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut menjadi beberapa indikator yang membuat pemerintah akhirnya mulai melakukan transisi dari pandemi menjadi fase endemi. Relaksasi atau pelonggaran berbagai regulasi terkait penyebaran Covid-19 mulai diberlakukan oleh pemerintah untuk memudahkan kembali mobilitas warga, di mana kemudahan mobilitas tersebut diharapkan dapat kembali menggerakkan roda perekonomian perlahan-lahan.

img_title CDC AS Keluarkan Travel Health Notice Level 2 untuk Bali, Wisatawan Diminta Waspadai Zika

Dengan masyarakat yang semakin leluasa untuk kembali beraktivitas, secara bertahap memberikan angin segar bagi sektor pariwisata yang keberlangsungannya sangat bergantung terhadap aktivitas bepergian.

Sektor yang erat kaitannya dengan sektor transportasi maupun jasa akomodasi ini sempat mati suri akibat hantaman keras pandemi yang sangat membatasi ruang gerak masyarakat.

img_title Tertinggi dalam 7 Tahun, Nilai Investasi Hotel di Asia Pasifik Melonjak 54 Persen di Semester I-2026

Namun kini, sektor pariwisata mulai menunjukkan kembali gairahnya, terlebih dengan dicabutnya Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 1 Tahun 2022 sejak 10 Januari lalu yang berarti bahwa pelarangan sementara WNA dari berbagai negara seperti Afrika Selatan, Inggris, Denmark, maupun Prancis untuk masuk ke Indonesia resmi ditiadakan.

Penghapusan syarat tes Covid-19 bagi para pelaku perjalanan dalam dan luar negeri asalkan telah mendapatkan vaksin lengkap yang mulai efektif sejak 18 Mei lalu pun membuka pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia semakin lebar.

Perkembangan Umum Pariwisata di Indonesia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia kembali menerima penerbangan internasional komersil pertamanya pada awal Februari lalu setelah sempat ditutup sejak masa awal pandemi yakni Maret 2020.

Diterimanya kembali penerbangan internasional rute Narita – Bali tersebut menjadi salah satu momentum kebangkitan pariwisata di Indonesia. Sejak awal tahun 2022 ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercatat selalu mengalami peningkatan. Bahkan pada Mei lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai titik tertingginya sejak awal pandemi yakni sebanyak 212,33 ribu kunjungan, meningkat sebesar 91,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut