Merasa Bosan dengan Pekerjaan: Hati-hati Boreout!
- vstory
VIVA – Apakah Anda merasa bosan dengan pekerjaan Anda saat ini? Jenuh dengan rutinitas pekerjaan Anda? Merasa kurang tertantang dan feeling stuck dalam pekerjaan Anda?
Kenali istilah boreout, kebosanan akut pada pekerjaan Anda yang dapat mengganggu produktivitas dan performa kerja Anda. Tak hanya itu saja, boreout juga dapat berdampak pada kesehatan mental Anda. Mari simak lebih lanjut, penjelasan dari fenomena boreout.
Definisi dari Boreout
Mungkin dari kita sudah familiar dengan istilah burnout, yakni keadaan seseorang yang mengalami kelelahan fisik, emosional, dan mental yang disebabkan oleh stres kerja yang berlebihan dan berkepanjangan.
Nah, istilah boreout sendiri berbeda dengan burnout. Bahkan, konsep boreout merupakan kebalikan dari burnout.
Berasal dari kata “boredom” (bahasa Inggris; kebosanan), yang merujuk pada keadaan yang kurang jelas dalam kehidupan kerja maupun kehidupan sosial.
Istilah boreout diciptakan oleh Rothlin dan Werder (2008) dalam buku mereka yang berjudul “Boreout! Overcoming Workplace Demotivation.” Menurut Rothlin dan Werder (2008) boreout mengacu pada keadaan psikologis yang negatif, yakni seseorang merasa bosan dengan pekerjaannya, mengalami krisis atau kehilangan makna pada pekerjaannya, dan mengalami krisis pertumbuhan di tempat kerjanya, yang ditunjukkan dengan gairah atau antusiasme yang rendah terhadap pekerjaannya.
Individu yang mengalami boreout akan cenderung kurang terlibat dalam pekerjaannya. Ia akan merasa tidak puas pada pekerjaannya. Ia merasa bahwa pekerjannya “gitu-gitu aja” atau feeling stuck. Ia mengalami rasa kebosanan akut pada pekerjaannya yang ditunjukkan dengan energi vitalitas dan antusiasme yang rendah. Ia menganggap bahwa pekerjaannya tidaklah penting atau tidak menemukan makna dan tujuan dalam pekerjaannya tersebut.
Faktor Penyebab dari Boreout
Lantas, apa yang menyebabkan seseorang dapat mengalami boreout?
Sebenarnya, faktor penyebab utama dari boreout sendiri terkait dengan pekerjaan yang dijalani oleh individu. Pekerjaan yang monoton atau rutinitas berulang dan tidak menantang, serta tidak mendapatkan sesuatu hal yang baru dari pekerjaan tersebut.
Pekerjaan yang mudah, yang tidak sesuai dengan kemampuan pribadi seperti halnya seseorang yang memiliki kapabilitas kerja yang tinggi harus mengerjakan pekerjaan yang mudah setiap harinya. Selain itu, pertumbuhan dan perkembangan karier yang kurang karena adanya sikap mencegah atau menghindari untuk tidak berpartisipasi atau mengembangkan potensi lebih baik lagi.