Isu Polemik Pertanian Indonesia

Sumber : pexels.com
Sumber :
  • vstory

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) tahun 2020, pola perdagangan komoditas strategis untuk sampai konsumen akhir harus melewati minimal 2 tahapan. Sebagai contoh ialah komoditas beras. Setelah produk selesai pada tahap produsen, produk berlanjut ke tahap distributor lalu berlanjut ke tahap perdagangan eceran, setelah dari pedagang eceran komoditas tersebut barulah bisa dinikmati oleh konsumen akhir. Panjangnya proses distribusi produk pertanian menyebabkan keuntungan lebih banyak dinikmati oleh level distributor/tengkulak atau pedagang eceran.

img_title HP Murah Jadi Andalan Petani, Ini Spesifikasi Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Petani yang notabene pihak yang menanam, merawat, hingga memanen menjadi pihak yang menikmati laba terkecil. Ditambah lagi kenaikan produk-produk penting pertanian seperti pupuk dan pestisida yang menjadi tanggung jawab petani. Seringkali kenaikan harga pupuk dan pestisida ini lebih tinggi dibanding harga pasar, yang akhirnya menyebabkan petani merugi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tantangan lainnya adalah minimnya penggunaan teknologi pada sistem pertanian kita. Teknologi dan pertanian di negeri ini laksana minyak dan air yang sulit disatukan. Petani usia tua yang mendominasi pertanian Indonesia tak mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Teknologi yang seolah berlari begitu cepat sementara pengetahuan dan keinginan untuk belajar petani seolah jalan di tempat. Petani usia tua lazimnya mengandalkan pengalamannya. Padahal, adanya perubahan cuaca dan iklim menjadikan atmosfir pertanian tak sama dengan zaman dahulu.

img_title Cuaca Tak Menentu hingga Gangguan Hama, Industri Pertanian Hadapi Tekanan Produktivitas

Bukan hanya persoalan petani usia tua yang sulit beradaptasi dengan perubahan teknologi, kualitas SDM dalam hal ini pendidikan petani juga menjadi faktor kunci. Berdasarkan hasil Susenas Maret 2022, sebanyak 51,65% petani Indonesia merupakan hanyalah lulusan Sekolah Dasar (sisanya bekerja di sektor manufaktur dan jasa). Di mana petani usia tua cenderung enggan bersentuhan dengan teknologi karena teknologi dianggap sebagai sesuatu yang sulit dipelajari.

Usia petani ditambah latar belakang pendidikan petani yang rendah menjadikan inovasi teknologi di sektor ini seakan sulit diterapkan atau hanya memberi dampak relatif rendah. Pemanfaatan teknologi yang sukar diterapkan mengakibatkan gaya pertanian nasional cenderung ke arah metode konvensional. Padahal dengan adanya inovasi teknologi, produktivitas pertanian menjadi lebih tinggi dan dapat dijadikan sebagai penarik minat generasi muda untuk menjadi petani.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Roblox Punya Game Bertani Super Sulit, Berani Coba?
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut