Isu Polemik Pertanian Indonesia
- vstory
Tak hanya berhenti sampai di situ, polemik lainnya adalah masifnya alih fungsi lahan pertanian. Lahan yang semula adalah lahan untuk menyediakan pangan, saat ini berubah menjadi kawasan industri, jalan raya, jalan tol, pusat perbelanjaan, dan perumahan. Tak heran saat ini sangat mudah dijumpai lahan persawahan berubah fungsi menjadi kompleks perumahan. Akibatnya lahan untuk pertanian semakin tergerus seiring bertambahnya jumlah permintaan kebutuhan papan ini. Hal ini sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat luas baku sawah di Indonesia mengalami penurunan dari 7,75 juta hektar di 2013 menjadi 7,1 juta hektar di 2018.
Masifnya alih fungsi lahan menyebabkan produktivitas pertanian seolah semakin terkikis. Seolah kehilangan pamornya sebagai penopang ekonomi bangsa.
Memang pemerintah melalui Kementerian Pertanian sudah memberikan beberapa solusi, di antaranya subsidi pupuk bagi petani, kelompok usaha tani sebagai wadah komunitas petani, dan berbagai macam penyuluhan. Namun, semua itu masih kurang memberikan hasil yang memuaskan. Masih diperlukan suatu kebijakan terlebih lagi untuk generasi muda agar pertanian Indonesia tak lagi didominasi oleh generasi tua.
Banyaknya polemik yang terjadi pada sistem pertanian kita menjadikan bangsa ini harus segera berbenah. Bila tak segera disikapi dengan kebijakan yang memadai, entah apakah cap sebagai negara agraris itu hanyalah tinggal sejarah bagi anak cucu kita nanti.