Siapkah untuk Digitalisasi Pertanian?

Lahan pertanian siap panen di Panggang Gunungkidul (26/01/2023)
Sumber :
  • vstory

VIVA  – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) sebesar 109 pada Desember 2022. Nilai tersebut tumbuh 1,11% dibandingkan pada bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,83%. Angkanya lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,72%. Hanya saja BPS juga menunjukkan bahwa saat ini sebagian besar petani berusia lebih dari 40 tahun dan lebih dari 70 persen petani di Indonesia hanya berpendidikan setara SMP bahkan di bawahnya. Pendidikan formal yang rendah tersebut menyebabkan pengetahuan dalam pengolahan pertanian kurang berkembang serta cenderung monoton, turun temurun dari nenek moyang. Selain sumberdaya manusia, faktor lain kendala kesiapan penerapan digitalisasi pada sektor pertanian di Indonesia adalah keterbatasan Iahan dan biaya.

Digital Marketing Meningkatkan Bisnis Fashion UMKM

Petani hanya mengolah pertanian seperti biasanya tanpa menciptakan inovasi terbaru demi peningkatan hasil pangan yang berlimpah. Walaupun saat ini sudah ada beberapa petani berusia muda yang berinovasi, tetapi bisa dikatakan masih sangat sedikit.

Digitalisasi pertanian memerlukan persiapan dari berbagai aspek, terutama petani sebagai pelaksana kegiatan usaha pertanian. Sebagai pelaksana, petani mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan penerapan digitalisasi di sektor pertanian. Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan adalah apakah petani kita sudah siap memasuki teknologi digital ini?

Tempe, Tahu, dan Kemandirian Kedelai

Terdapat satu hal penting yang akan menentukan keberhasilan penerapan teknologi digital, yaitu perubahan mindset petani untuk menerapkan digitalisasi di sektor pertanian. Penerapan digitalisasi sektor pertanian di Indonesia akan berjalan dengan baik jika ada dukungan dan keterlibatan dari pihak pemerintah, industri swasta, akademisi, dan petani itu sendiri.

Teknologi digital pada pertanian dapat didefinisikan sebagai penerapan teknologi informasi dan komunikasi melalui gawai, jaringan, jasa dan aplikasi pada sektor pertanian. Tujuan penggunaannya adalah untuk membantu para pelaku sektor pertanian dalam mengambil keputusan dan memanfaatkan sumber daya.

Tren Belanja Via Dompet Digital Menjamur, Siapa Platform Terpopuler?

Salah satu konsep penerapan digitalisasi di lahan pertanian adalah pemanfaatan internet of things (IoT) untuk pemantauan kondisi lingkungan pertanian di lahan dari smartphones. Tujuan utama penerapan teknologi digital di lahan tersebut untuk mendapatkan optimalisasi peningkatan hasil (kualitas dan kuantitas) dan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada. Hal utama yang perlu dilakukan dalam penerapan digitalisasi di sektor pertanian ini adalah transfer teknologi bagi petani dengan melibatkan berbagai pihak, terutama petani usia produktif, organisasi pemuda di desa, dan penyuluh lokal.

Kepemilikan lahan juga menjadi permasalahan dalam penerapan digitalisasi di sektor pertanian. Luas kepemilikan lahan pertanian rata-rata kecil (0,1-0,4 hektar) dan sebagian besar hanya menjadi petani penggarap dengan mengusahakan pertanian di lahan milik orang lain, sehingga hasilnya harus dibagi dua. Selain itu, dampak maraknya konversi lahan pertanian menjadi non pertanian juga menyebabkan petani kekurangan lahan untuk bercocok tanam. Hal tersebut menyebabkan petani Indonesia sebagian besar masih menggunakan sistem bertani yang konvensional atau tradisional.

Sistem pengalihan teknologi dari tradisional menjadi digital dalam pengelolaan pertanian belum mampu diterima secara luas oleh para petani. Mereka masih banyak memilih menggunakan cara-cara tradisional dibanding peralatan teknologi canggih dan digital. Selain karena keterbatasan biaya, keterbatasan pengetahuan juga menjadi faktor yang menghambat laju penerapan teknologi digital untuk merambah sektor pertanian secara Iuas.

Dengan demikian, satu hal yang paling penting dalam kesiapan upaya penerapan teknologi digital di tingkat petani adalah mengubah mindset petani dari cara-cara tradisional ke arah digital. Selain itu petani memerlukan bukti, bahwa pertanian dengan menggunakan teknologi digital mampu membawa petani ke arah yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraannya. Kalau hasil yang diperoleh petani dengan menggunakan teknologi digital sama saja dengan cara-cara konvensional, maka petani akan enggan beralih ke teknologi digital. Di sinilah peran pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan bukti, sekaligus edukasi yang cukup bagi para petani dengan membuat pilot-pilot penerapan teknologi digital yang bisa menjadi bukti, bahwa penerapan teknologi digital bisa menjadi solusi petani untuk menjadi lebih sejahtera.

Pemerintah telah mengembangkan beberapa aplikasi yang berbasis digital seputar pertanian. Aplikasi ini berguna bagi para petani untuk mengakses layanan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada empat masa tanam (pra tanam, tanam, pasca panen, dan panen). Aplikasi yang diberi nama LogTan isinya berupa data-data petani, luas lahan, rencana tanam dan identifikasi lainnya. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan analisis, mengetahui korelasi cuaca dengan rencana tanam, ketepatan kebutuhan pupuk, sensor tanah, pemupukan otomatis, hingga akurasi prediksi panen. Terdapat pula layanan berupa distribusi pupuk, penyediaan benih hingga pendampingan dari PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PT Pupuk Indonesia (Persero). Sedangkan pasca panen, petani dapat mengakses layanan penjualan hasil tani dan distribusi hasil tani yang difasilitasi oleh PT Pupuk Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani, Perum Bulog, dan PT Pegadaian.

Meskipun demikian adopsi teknologi digital di sektor pertanian belum menjadi prioritas dari pemerintah. Hal ini terlihat dari Rencana Strategis Kementerian Pertanian RI 2020-2024 yang belum secara spesifik menjabarkan strategi untuk adopsi teknologi digital. Akibatnya, dukungan pemerintah untuk program-program tersebut masih terbatas dan tidak merata. Oleh karena itu Kementerian Pertanian dan kementerian lain yang relevan perlu segera menyusun program mengenai penerapan teknologi digital di pertanian.

Informasi naiknya jumlah pemuda yang bekerja di sektor pertanian menjadi harapan untuk kesiapan dalam meningkatkan penerapan teknologi digital di kalangan petani. Hal ini dapat diintegrasikan dalam program penyuluhan pertanian. Peran penyuluhan pertanian oleh pihak swasta juga perlu ditingkatkan mengingat penyuluh pertanian dari pemerintah seringkali kurang dapat menjangkau petani.

Adanya digitalisasi di sektor pertanian juga dapat memudahkan proses distribusi hasil panen. Petani dapat memasarkan hasil panennya sendiri agar dapat memperoleh hasil yang maksimal. Pengalaman dari beberapa petani di daerah perdesaan, kebanyakan mereka menjual hasil panennya ke pengepul. Padahal kalau petani mengolah hasil panennya sendiri dan langsung dijual ke konsumen atau ke toko besar bahkan supermarket akan mendapatkan untung yang lebih maksimal. Pengembangan usaha pada kegiatan pasca panen juga sangat diperlukan. Apabila kacang tanah dijual berupa kacang tanah maka uang yang didapat sebatas harga kacang tanah sendiri, tetapi kalau kacang tanah diubah menjadi selai atau makanan lainnya, maka akan ada nilai tambah dan keuntungan yang besar pula, Dengan hadirnya teknologi digital, petani dapat membuat digital market sendiri. Dengan merapikan tampilan hasil panen (sayuran misalnya) akan menarik minat bagi konsumen. Dengan bantuan digital market tentu akan menjangkau konsumen secara luas.

Semoga dengan kesiapan penerapan teknologi digital ini, pertanian di Indonesia dapat mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Serta petani di Indonesia menjadi petani yang lebih sejahtera. (Suparna, Statistisi Madya BPS Provinsi DIY)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.