Langkah Menjadikan Guru Honorer Sejahtera
- vstory
VIVA – Pendidikan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong terciptanya masyarakat yang berkemajuan. Salah satunya lewat dedikasi guru honorer. Tugas guru honorer tidaklah mudah, sebab mereka harus mampu dalam membagikan ilmu pengetahuan (Transfer of knowledge) maupun mampu memberikan nilai (Transfer of Value).
Peran guru sangatlah sentral terhadap kemajuan suatu bangsa. Fondasi awal untuk menumbuhkan segala sektor yang dalam kehidupan masyarakat adalah lewat pendidikan. Apalagi negara Indonesia yang termasuk salah satu negara berkembang. Tentunya, peran pendidikan harus lebih dimasifkan terutama dalam masalah mengenai guru honorer.
Betapa besar tanggung jawab dan tugas yang dijalankan oleh guru. Profesi yang mulia ini tentunya sangat melekat kepada mereka. Lewat tangan-tangan terampil merekalah harapan bangsa ini. Sangat miris memang ketika sebagian masyarakat menginginkan kemajuan dari suatu negara namun negara masih menyisakan masalah yang urgen mengenai kekurangan jumlah guru dan gaji guru yang masih terlampau kecil.
Kehidupan guru dalam kenyataanya memang banyak sekali ketimpangan sosial. Dari masalah gaji yang kecil serta tanggung jawab yang begitu besar. Tak ayal terjadi masalah yang saling berkesinambungan dimulai dari gaji yang kecil hingga kekurangan jumlah guru di sekolah-sekolah. Generasi muda pun hanya beberapa persen saja yang tertarik terjun di profesi tersebut. Profesi yang seharusnya memiliki kemuliaan namun naas dalam kenyataannya sangat jauh dari kesejahteraan apalagi kemewahan.
Tak jarang potret kehidupan guru di salah satu tempat di negeri ini begitu menyedihkan. Bahkan ada yang sampai hanya bermodalkan ikhlas saja. Sebab mereka hanya digaji kisaran 500 ribu rupiah per bulan. Sangat jauh dari kata cukup untuk kebutuhan. Mereka dituntut dengan memakai seragam yang rapi dan bersepatu namun penghasilan tak mencerminkan penampilan tersebut.
Slogan “Pahlawan Tanpa Jasa” makin melekat terhadap profesi tersebut. Slogan tersebut semakin menggambarkan perjuangan seorang guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, keringat yang mereka keluarkan menjadi saksi bagaimana perjuangan mereka. Namun perjuangan mereka masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Itu pun hanya sebagian derita guru belum lagi banyak orang tua yang tidak terima ketika guru mendidik dengan cara yang katanya melanggar HAM. Padahal mereka mendidik siswa-siswinya dengan penuh rasa sayang dan tanggung jawab.