Perilaku Konsumen Era Digital: Keranjang Penuh, Tapi Dompet Selamat

cuci mata versi digital - meninggalkan keranjang belanja tanpa membeli
Sumber :
  • vstory

VIVA – Perkembangan dunia digital yang sangat dinamis telah menggeser fungsi dasar media sosial, saat ini media sosial menjelma menjadi ekosistem digital dengan beragam kegunaan. Konsumsi media sosial tidak lagi hanya memengaruhi cara kita dalam berkomunikasi, tetapi juga berbagai aspek kehidupan, termasuk mengubah cari kita menjalani hidup, seperti bagaimana kita melakukan pekerjaan, cara kita memenuhi kebutuhan sehari-hari, mempengaruhi bagaimana terbentuknya opini publik dan bahkan menggeser lifestyle kita. 

img_title Perilaku Konsumen di Media Sosial: Studi Kasus Kang Dedi Mulyadi

Dengan mengakses media sosial kita terpapar berbagai macam tren gaya hidup, mulai dari tren fashion, kuliner, gaya hidup sehat hingga gaya ber-travelling, tren-tren tersebut seringkali bermula dari unggahan influencer atau teman-teman terdekat kita dan akhirnya menyebar luas melalui media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Media Sosial: Etalase Belanja 24 Jam

img_title Belajar Lewat Media Sosial, Pahami Perilaku Konsumen di Era Digital

Media sosial juga telah mengubah cara kita berbelanja dan berjualan. Bayangkan saja, toko online buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dengan etalase yang tak terbatas, cukup dengan scrolling layar ponsel, ribuan bahkan jutaan produk terpampang di depan mata. Inilah peran media sosial sebagai "etalase digital". Para pemasar, dari skala UMKM hingga korporasi besar, memanfaatkan kekuatan media sosial untuk mempromosikan produk bahkan sampai melakukan penjualan langsung melalui live shopping, media sosial juga membantu pemasar dalam mengembangkan bisnis dengan cara yang lebih efisien dan low budget, berkat media sosial di mana konsumen dan penjual dapat berinteraksi tanpa batasan geografis, para pemasar dapat dengan mudah menjangkau berbagai level konsumen di berbagai lokasi bahkan luar negeri sekalipun.

Dari sisi lain, pemasaran melalui media sosial menjadi godaan besar bagi para konsumen sampai seringkali melakukan "impulsive buying". Unggahan dari mutual friends, review produk dari para influencer dan iklan-iklan yang dikemas dengan visual yang sangat menarik, didukung juga dengan algoritma media sosial yang sangat canggih yang dapat menargetkan audiens secara spesifik, kita disuguhi konten yang terasa “personal” mulai dari video unboxing, tutorial & tips, sampai tawaran diskon dadakan yang menggiurkan yang muncul di reels atau stories. Tanpa berniat mencari produk tertentu tetapi hanya karena sedang memiliki waktu senggang untuk scrolling berbagai akun media sosial dapat berakhir dengan berbelanja produk-produk yang belum tentu kita butuhkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Dari Perspektif Freud ke Feed: Memahami Craving Digital dalam Bermedia Sosial
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut