Langkah BI Atasi Keringnya Likuiditas Valas

Bank Indonesia
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

VIVAnews - Bank Indonesia menerbitkan term deposit atau instrumen penempatan devisa oleh perbankan domestik di Bank Indonesia dalam bentuk valas. Dengan adanya kebijakan tersebut, perbankan nasional tak perlu melempar valas khususnya dolar AS ke pasar keuangan di luar negeri.
 
"Kami sediakan bunganya, kalau di luar 0,1-0,2 persen, kami pantasnya berapa, supaya perbankan tertarik," ujar Gubernur BI Darmin Nasution di gedung BI, Jakarta, Selasa, 29 Mei 2012.

Term deposit ini dapat menjadi outlet penempatan devisa untuk menfasilitasi masuknya devisa, termasuk dari hasil ekspor. Kebijakan ini untuk mengantisipasi keringnya likuiditas valas di Indonesia yang berimplikasi melemahnya nilai mata uang rupiah saat ini.

Saudi Arabia Permits All Types of Visas to Perform Umrah

Keluarnya dolar AS itu karena dana hasil ekspor di Indonesia yang masuk ke perbankan dalam negeri dilempar ke pasar keuangan di negara lain. "Hal tersebut yang menjadi sebab terjadinya kekeringan likuiditas valas di Indonesia yang berimplikasi pelemahan nilai mata uang rupiah," ujarnya.

BI akan mengelola devisa tersebut melalui berbagai transaksi devisa untuk mendorong pendalaman pasar sekaligus sebagai instrumen moneter. Dalam hal ini, bank domestik dapat menempatkan devisa pada BI dengan berbagai tenor yang disesuaikan kondisi pasar.

Kebijakan ini akan mulai berlaku paling lambat dua pekan dari sekarang. Sementara itu, tenor yang ditetapkan saat ini masih dikaji, bisa 7 hari, 14 hari, atau 30 hari.

Darmin menjelaskan, perbankan dapat menarik valasnya sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Valas ini akan menjadi pelengkap cadangan devisa, namun tidak masuk ke dalam cadangan devisa, karena instrumen BI ini bagian dari operasi pasar. "Tetapi, kami bisa menggunakannya dalam rangka menstabilkan nilai tukar," ujarnya.

Saat ini, jumlah valas di perbankan Indonesia sekitar US$43 miliar. Angka tersebut sebagian tersalur di pasar keuangan Indonesia, sebagian lagi di luar negeri. "Inilah yang kami tawarkan dengan return yang sama dan beberapa daya tarik, kami percaya untuk menempatkan term deposit BI," ujarnya. (art)

3 Faktor Cegah Operasi Intelijen Siber, Jangan Terbalik
Sosok mayat bayi baru lahir ditemukan mengambang di Kali Kanal Banjir Barat, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) oleh petugas saat sedang menjaring sampah di kali.

Kasus Temuan Mayat Bayi Tanah Abang, Polisi Tangkap Orang Tua

Sosok mayat bayi baru lahir ditemukan mengambang di Kali Kanal Banjir Barat, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus).

img_title
VIVA.co.id
27 April 2024