Tips agar Puasa Lancar dan Bebas Sakit Tenggorokan

Ilustrasi leher.
Sumber :
  • Pixabay/pexels

VIVA – Saat puasa sebenarnya tubuh mendapatkan keuntungan seperti mengistirahatkan saluran cerna. Dengan pencernaan yang berhenti selama minimal 14 jam saat puasa, maka ia mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki proses regenerasi.

Biar Gak Lemas Puasa, Ini Ide Seru Aktivitas Ramadan Buat Si Kecil

Meski begitu, saat puasa tubuh kita juga berkurang kadar air sehingga berisiko dehidrasi dan kering. Kondisi ini bisa memicu sakit tenggorok. Tapi, ada trik cegah kondisi itu.

"Yang harus berhati-hati saat puasa adalah status hidrasi, kalau tidak cukup minum, dehidrasi meningkat dan kondisi tenggorok menjadi kering," ujar dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK dalam sebuah acara di Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.

Lupa Baca Niat Puasa? Imam Maliki Anjurkan Ini

Dengan kondisi tenggorokan yang kering itu, jika kita makan makanan yang keras maka akan membuat luka dan menjadi infeksi. Infeksi ini akan membuat bakteri lebih mudah masuk.

Salah satu cara menghindari hal tersebut adalah jangan hanya memakan yang manis-manis saja saat buka puasa. Fiastuti mengatakan, makanan manis saja tidak dianjurkan karena bagaimana pun saat puasa komposisi makanan harus tetap lengkap.

KUA Kembali Membuka Layanan Akad Nikah

Trik agar kita tetap mendapatkan komposisi makanan lengkap saat puasa adalah membaginya dengan seimbang saat sahur, berbuka, dan usai salat tarawih.

Berbuka puasa.

"Saat makan sahur dianjurkan 40 persen dari total makanan kita sehari, yang terdiri dari 30 persen makan besar, makan kecil 10 persen, lalu ditambah minum 2-3 gelas air," ujar Fiastuti.

Sebaiknya hindari minuman yang terlalu panas atau dingin. Jaga suhu makan dan minuman yang disesuaikan dengan suhu tubuh yaitu 37 derajat, sehingga tidak menyebabkan stres pada organ saluran cerna.

Kemudian pada saat berbuka, mulailah dengan yang manis agar kadar gula cepat tergantikan. Porsi makanan saat berbuka adalah 50 persen yang dibagi menjadi makanan manis 10 persen, makan lengkap 30 persen, makan kecil 10 persen, ditambah dengan minum 3-4 gelas dan disesuaikan dengan suhu tubuh.

Setelah salat tarawih, bisa kembali makan makanan kecil sebanyak 10 persen dan ditambah minum 1-2 gelas. (mus)
   
    

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya