Kini Eranya Kolaborasi Asing dan Lokal
- VIVA/Muhamad Solihin
Kalau yang Gojek itu kan dalam kota, iya ibaratnya kan enggak menggerus. Tapi kan kalau enggak tau juga nanti dia punya lisensi ke luar daerah, nanti bagaimana dengan hal itu?
Ya begini, keberadaan Gojek saat ini sebenarnya dengan yang dulu tidak terlalu berbeda ya. Dari dulu ojek-ojek gitu juga udah ada. Cuma sekarang ini mungkin dikasih aplikasi. Apakah Gojek saat ini bisa menjadi ancaman secara langsung, barangkali enggak juga.
Dalam arti begini, memang Gojek kalau kita lihat sekarang ini karakteristiknya sedikit berbeda lah dengan kita, dan orang-orang yang berada di jasa pengiriman yang ada di Asperindo. Kebanyakan kurir-kurir itu tentu orang yang mempunyai collaboration, apa kiriman yang boleh dikirim, apa kiriman yang tidak boleh dikirim.
Saya enggak tahu apakah di Gojek sekarang sudah memberikan peraturan seperti itu. Artinya kalau mau kirim saya tetap mendorong masyarakat kepada perusahaan-perusahaan berizin yang sudah menjadi anggota Asperindo. Kenapa? Karena jika terjadi suatu masalah, untuk pelacakan juga gampang.
Sering kan masalah, meskipun dalam kota, tapi sering? Kita lihat adanya pemberitaan-pemberitaan itu, apa peredaran narkoba, terorisme, saya takut. Kalau kita di Asperindo aware terhadap hal seperti ini, bagaimana dengan teman-teman yang ada di Gojek.
Apakah mereka tahu barang yang mereka terima dari customer barang yang tidak mudah meledak? Apakah barang-barang yang mereka terima barang-barang yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Sementara kalau kita biasanya, pengambilan barang itu jelas, dari perusahaan atau dari rumahnya, dari kantor atau dari rumah. Sementara kalau di ojek kan pengiriman bisa terjadi di mana saja, dan ini kan barangkali suatu PR dari pemerintah dan juga harusnya melihat harus ada peraturan yang clear, terus ada aturan yang jelas karena takutnya ini yang dirugikan siapa? Masyarakat tentunya.
Kalau tidak ada pengawasan, saya takut ini jadi bola liar gitu loh. Seperti saya bilang tadi, yang terjadi sopir Gojek-nya sendiri kadang juga dikerjain oleh konsumen.
Karena setiap dia dapat perintah untuk membeli sesuatu, mereka harus mengeluarkan kocek sendiri. Pada saat kemudian mereka bilang, yang saya baca ya, enggak tahu nanti enggak usah diekspos. Dia diminta untuk pick up kiriman, dia bilang kiriman ini berharga, nanti barang ini akan dibayar oleh penerima di sana. Jadi si rider Gojek ini bayar dulu. Pada saat barang ini diterima oleh si penerima, dibuka, ternyata penerimanya aja enggak ketemu, gitu loh, isinya pun ternyata barang yang tidak ada value-nya.