Kisah Pelancong Tunanetra Keliling Dunia
- bbc
"Kadang-kadang, aku tidak tahu siapa yang akan kutemui dan apa yang akan terjadi. Bagiku itu petualangan."
Indra yang memburuk
Giles berusia sembilan bulan saat dokter dan keluarga menyadari masalah pada matanya. Dia benar-benar kehilangan pengelihatan pada usia sepuluh tahun.
Sebelum enam tahun, Giles dinyatakan tuli sebagian. Dia menggunakan alat bantu dengar digital yang diklaim efektif, tapi tetap tidak dapat mendengar secara maksimal
"Aku begitu cemas akan menjadi buta di sepanjang masa remajaku."
Giles menempuh pendidikan formal di sekolah khusus. Di periode itulah dia mendapatkan pengalaman pertama bepergian ke negara asing.
Kala itu, Giles yang berusia 16 tahun pergi ke Boston, Amerika Serikat, dalam perjalanan studi wisata sekolah.
Tetapi bahkan sekarang, masalah kesehatan terus mempengaruhi minat besarnya pada perjalanan ke tempat baru. Pada tahun 2008, misalnya, Giles dipaksa menjalani transplantasi ginjal yang didonorkan Ayah tirinya.
Kecanduan
Ayahnya wafat saat Giles berumur 15 tahun. Sementara itu, sahabat baiknya yang difabel meninggal kala Giles berumur 16 tahun.
Tony Giles senang mengunjungi tempat yang mempersilakan kelompok difabel menyentuh dan merasakan beragam benda-benda. - The Travel Show, BBC News
"Situasi itu mengantarkan saya pada minuman keras selama enam atau tujuh tahun. Pada usia 24, saya seorang alkoholik."
Ayahnya bekerja di industri kelautan komersial. Kisah-kisah yang ia ceritakan tentang negeri yang jauh meninggalkan kesan yang kuat pada Giles.
"Begitu aku berpergian, aku bisa melihat ada jalan-jalan lain untuk ditapaki," ujar Giles.
Melepaskan diri dari emosi
Pada Maret 2000, Giles memulai titik petualangannya dengan pergi ke New Orleans, Amerika Serikat.
Giles menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang bersedia membantunya. - The Travel Show, BBC News
"Aku tidak tahu ke mana aku pergi dan aku hanya berdiam diri."
"Aku menarik napas dalam-dalam, dan berkata pada diriku sendiri, `Tony, jika kamu tidak menginginkannya, pulanglah.`"
Giles saat itu memutuskan untuk tidak kembali ke rumah. Dan sejak itu ia mengunjungi semua negara bagian di AS.
"Salah satu alasan utama perjalanan ini adalah pelarian. Melarikan diri dari emosiku."