Kematian Akibat Virus Corona Lampaui Epidemi SARS Tahun 2003

- Getty Images
Sumber :
  • bbc

Jumlah kematian akibat virus corona telah melampaui epidemi SARS pada 2003. Korban meninggal dunia akibat wabah virus corona kian melonjak. Data terbaru menyebut angka kematian per Minggu (9/2) mencapai 811 jiwa.

Kebanyakan dari korban meninggal berada di China daratan dan Hong Kong. Pada 2003, sebanyak 774 orang menjadi korban SARS (severe acute respiratory syndrome ) di beberapa negara.

Kini, sebanyak 34.800 terjangkit virus corona baru di seluruh dunia, dengan kejadian terbanyak terjadi di China.

Bulan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global, karena wabah terus menyebar ke sejumlah negara di luar China.

Apa yang terbaru tentang virus corona?

Dalam laporan terbaru, pejabat kesehatan di Hubei melaporkan korban jiwa baru sebanyak 780 orang pada Sabtu (08/02).

Namun, pada Minggu (09/02) tercatat 811 kematian di China dan Hong Kong, serta satu kematian di Filipina.

Virus baru yang dinamai 2019-nCov, pertama kali dilaporkan di ibu kota Hubei, Wuhan, hingga kini kota tersebut masih diisolasi beberapa minggu.

Sementara itu, Hong Kong sudah menerapkan masa karantina dua minggu wajib bagi siapa pun yang datang dari daratan Cina.

Pengunjung diminta untuk mengisolasi diri di kamar hotel atau pusat karantina yang dikelola pemerintah, sementara penduduk diharuskan untuk tinggal di rumah mereka.

Jika ada yang melanggar aturan baru akan dihukum dengan denda dan hukuman penjara. Hingga kini tercatat ada 26 kasus virus corona di Hong Kong.


Kematian Dr Li Wenliang, yang mencoba memperingatkan tentang virus pada bulan Desember, telah menyebabkan kemarahan dan kesedihan yang meluas di seluruh Tiongkok - EPA

Pada hari Kamis (06/02), seorang warga negara AS berusia 60 tahun - korban non-Cina pertama yang dikonfirmasi atas penyakit tersebut - meninggal di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan.

Pada hari Sabtu (08/02), Prancis mengkonfirmasi lima kasus baru di wilayah Haute-Savoie, termasuk seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun, yang menjadikan jumlah yang terinfeksi di negara itu menjadi 11 orang.

Menteri Kesehatan Prancis Agnès Buzyn mengatakan semua dari lima kasus baru adalah warga negara Inggris yang tinggal di tempat yang sama, yang juga menampung seorang warga Inggris yang pernah berada di Singapura.

Kondisi mereka disebut tidak serius. Enam orang lainnya yang tinggal di rumah tersebut sedang diamati.

Ada juga kemarahan dan kesedihan yang tersebar luas di seluruh China atas kematian Li Wenliang, seorang dokter yang mencoba memperingatkan tentang virus corona baru.

Dia tertular virus saat merawat pasien di Wuhan, di provinsi Hubei.