Terancam Wabah Corona, Orangutan, Gorila dan Simpanse Dikarantina
Jaga jarak sosial
Bahkan sebelum wabah virus corona menjalar, warga diminta agar setidaknya berjarak tujuh meter dari gorila setiap saat.
Panduan baru dari International Union for the Conservation of Nature (IUCN) menyerukan untuk menjaga jarak minimal 10 meter dari kawanan kera besar. Kunjungan manusia pun dikurangi seminimal mungkin untuk memastikan keselamatan dan kesehatan mereka.
Orang sakit, atau orang yang berhubungan dengan orang sakit selama 14 hari ke belakang, harus mendapat izin untuk mendekati gorila.
Kehilangan habitat dan perburuan liar merupakan ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup kera besar, tetapi virus juga menjadi perhatian utama.
Penyakit menular kini masuk tiga teratas dalam daftar ancaman terhadap beberapa kelompok kera besar.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa simpanse dapat tertular virus flu biasa, sementara virus Ebola diperkirakan telah membunuh ribuan simpanse dan gorila di Afrika.
Serge Wich, profesor biologi primata di Liverpool John Moores University, Inggris, mengatakan banyak negara telah menutup lokasi wisata kera besar, sementara para peneliti dan pengelola cagar alam mengambil tindakan ekstra.
"Kita tidak tahu apa efek virus ini terhadap mereka dan ini berarti kita harus mengambil langkah waspada untuk mengurangi risiko kera-kera besar terpapar virus corona," katanya.
Susan Sheward, pendiri dan ketua Orangutan Appeal UK, mengatakan: "Penyakit ini bisa berakibat fatal bagi orangutan yang sudah terancam punah, ini adalah risiko yang tidak mampu kami atasi. OAUK akan melakukan apa saja untuk memastikan bahwa orangutan di Sepilok tetap sehat dan aman. "
Ada empat jenis kera besar yang hidup hari ini: gorila (Afrika), bonobo (Afrika), orangutan (Asia Tenggara), dan simpanse (Afrika).
Manusia terkait erat dengan kera besar, karena berbagi nenek moyang yang sama beberapa juta tahun silam.