Efek George Floyd: Demonstran Inggris Robohkan Patung Pedagang Budak

BBC
Sumber :
  • bbc

Patung seorang pedagang budak di Bristol dirobohkan dan dilemparkan ke pelabuhan dalam hari kedua unjuk rasa menentang rasisme di Inggris.

Peristiwa terjadi setelah demonstrasi yang sebagian besar berjalan damai sepanjang akhir pekan diwarnai beberapa bentrokan dengan polisi.

Pada hari Minggu malam, polisi di pusat kota London mengeluarkan perintah pembubaran untuk Kota Westminster, memaksa khalayak untuk meninggalkan wilayah itu setelah kerusuhan.

Boris Johnson mengirim twit yang mengatakan bahwa aksi protes telah "dirusak oleh premanisme".

Ribuan orang menghadiri unjuk rasa hari kedua di London, serta kota-kota lain di seluruh Inggris termasuk Bristol, Manchester, Wolverhampton, Nottingham, Glasgow dan Edinburgh.

Aksi protes umumnya berjalan damai. Rekaman udara menunjukkan ribuan demonstran membanjiri jalan-jalan di luar kedutaan AS di Vauxhall, London selatan, sebelum bergerak menuju Parliament Square dan Downing Street.

Namun ada beberapa gangguan, yang berakibat 12 penangkapan di London – sebagian besar untuk pelanggaran ketertiban umum dan satu untuk kerusakan kriminal. Delapan petugas terluka, kata polisi.

EPA
Kepolisian Kota London mengeluarkan perintah pembubaran pada Minggu malam, memaksa khalayak untuk pergi dari wilayah itu.

Inspektur Polisi Metropolitan Jo Edwards mengatakan bahwa menyusul "aksi protes yang sebagian besar berjalan damai" di ibu kota, para petugas berhadapan dengan "adegan kekerasan dan kekacauan" lebih lanjut yang "sepenuhnya tidak dapat diterima".

Sekitar pukul 20.00 BST (02:00 WIB), botol-botol dilemparkan ke polisi dan terjadi bentrokan di dekat Parlemen.

Para pengunjuk rasa meneriakkan "tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian" sambil bergerak ke Whitehall dan melemparkan bom asap.

Ketika hari sudah gelap, barisan polisi dengan pakaian anti huru hara mengambil posisi untuk menahan sekelompok kecil pengunjuk rasa di Westminster, kata wartawan BBC Tom Symonds.

Satu petugas polisi menderita cedera di kepala dan perintah pembubaran Pasal 35 diberlakukan hingga pukul 06:00 pada hari Senin.

PM Boris Johnson kemudian mengirim twit: "Orang-orang berhak untuk protes secara damai & sambil menjaga jarak sosial tapi mereka tidak berhak untuk menyerang polisi.

"Demonstrasi ini telah dirusak oleh premanisme dan itu adalah pengkhianatan dari tujuan yang ingin dicapai. Mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban. "

Reuters
Seorang petugas polisi mengalami cedera di kepala.

Sebelumnya pada hari itu, di Bristol, pengunjuk rasa menggunakan tali untuk merobohkan patung perunggu Edward Colston, seorang pedagang budak abad ke-17 yang terkenal, yang telah menjadi kontroversi di kota itu selama bertahun-tahun.

Colston adalah anggota Royal African Company, yang mengangkut sekitar 80.000 pria, wanita dan anak-anak dari Afrika ke Amerika.

Saat kematiannya pada 1721, ia mewariskan kekayaannya kepada badan amal dan warisannya masih dapat dilihat di jalan-jalan, monumen, dan bangunan di Bristol.

Setelah patung digulingkan, muncul foto seorang pengunjuk rasa yang menekankan lututnya di leher sosok itu –mengingatkan pada video yang menunjukkan George Floyd, pria kulit hitam yang meninggal dalam proses penahanan oleh seorang petugas kepolisian Minnesota.

PA Media
Pengunjuk rasa berlutut di leher patung perunggu Colston.

Patung itu kemudian diseret sepanjang jalanan Bristol dan dibuang ke pelabuhan. Bekas alasnya digunakan sebagai panggung bagi para pemrotes.

Menteri Dalam Negeri Priti Patel menyebut penghancuran patung itu "benar-benar memalukan". Ia menambahkan bahwa "itu sepadan dengan tindakan keonaran publik yang telah menjadi pengalih perhatian dari alasan unjuk rasa".

"Polisi memang seharusnya menindaklanjuti dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan dengan orang-orang yang bertanggung jawab atas perilaku tidak tertib dan tanpa hukum seperti itu," katanya.

Dalam sebuah pernyataan, Kepolisian Avon dan Somerset memastikan bahwa akan ada penyelidikan terhadap "tindakan kerusakan kriminal".

Sejarawan Prof David Olusoga mengatakan kepada BBC News bahwa patung itu seharusnya diturunkan sejak lama.

Ia berkata: "Patung seakan mengatakan `Ini adalah orang hebat yang melakukan hal-hal besar.` Itu tidak benar, dia [Colston] adalah pedagang budak dan pembunuh. "

Dalam sebuah pernyataan, Walikota Bristol Marvin Rees mengatakan ia tahu bahwa peruntuhan patung akan memicu perdebatan, namun "penting untuk mendengarkan mereka yang merasa patung itu mewakili penghinaan terhadap kemanusiaan".

PA Media
Ribuan orang ikut serta dalam unjuk rasa di College Green di pusat kota Bristol.
AFP
Orang-orang juga berkumpul di Edinburgh, dengan beberapa orang menyebut rasisme sebagai "pandemi".
Reuters
Patung Sir Winston Churchill di Parliament Square dicorat-coret dengan grafiti.

Di Parliament Square, patung Sir Winston Churchill dicorat-coret dengan grafiti, dan ditempeli tanda Black Lives Matter – tindakan yang disebut "konyol dan kontraproduktif" oleh menteri luar negeri James Cleverly.

Dan di Warwickshire, pengunjuk rasa menyebabkan penutupan jalan raya M6 selama sekitar satu jam menyusul demonstrasi di pusat kota Coventry.

Itu terjadi setelah bentrokan pada Sabtu malam antara polisi dan pengunjuk rasa. Beberapa demonstran meluncurkan proyektil dan kembang api serta melemparkan sepeda ke arah polisi.

Kepolisian Kota London mengatakan 14 petugas terluka, termasuk seorang petugas tinggi yang jatuh dari kuda saat melaju ke Whitehall.

Kepala Kepolisian Dame Cressida Dick mengatakan ia "terkejut" oleh adegan kerusuhan pada Sabtu malam, yang menyebabkan 14 penangkapan.

Patel mengatakan "tidak ada alasan untuk perilaku kekerasan" dan mengatakan aksi protes harus dihentikan.

Reuters
Pengunjuk rasa meneriakkan "Black Lives Matter" dan "tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian".
PA Media
Kematian George Floyd pada bulan Mei memicu unjuk rasa menentang rasisme di seluruh dunia.
Joey Kong
Ribuan pengunjuk rasa berjalan ke Kedubes AS dekat Vauxhall, London selatan.

Namun, berbicara pada hari Minggu pagi, menteri bayangan untuk urusan luar negeri Lisa Nandy mendukung demonstrasi, mengatakan orang-orang "tidak bisa diam dalam menghadapi rasisme", tapi ia mewanti-wanti para pengunjuk rasa agar berhati-hati dan menjaga jarak sosial.

Anggota parlemen dari partai buruh itu mengatakan kepada wartawan BBC Andrew Marr bahwa ia "bangga" dengan orang-orang muda yang menuntut perubahan.