PM Modi: India Ingin Damai, Tapi Menegakkan Kedaulatan Lebih Penting

Sumber :
Getty Images
Modi mengatakan Angkatan Bersenjata India "diberi kebebasan untuk mengambil semua langkah yang diperlukan" untuk melindungi wilayah India.

India berjanji untuk mempertahankan perbatasannya dengan pasukan militer jika diperlukan, setelah 20 tentaranya terbunuh dalam bentrokan dengan tentara China, Senin (15/06) lalu.

Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi mengatakan tidak ada tentara asing di dalam perbatasan India dan tidak ada wilayahnya yang hilang.

China belum mengeluarkan informasi tentang korban di pihaknya sejak terjadi bentrokan di perbatasan Himalaya yang disengketakan.

Kedua negara saling melempar tuduhan ada yang melintasi perbatasan dan melakukan provokasi.

India mengatakan bahwa kedua negara mengalami kerugian selama bentrokan di Lembah Galwan, Ladakh.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Jumat (19/06), Modi mengatakan angkatan bersenjata India diberi kebebasan untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah India.

AFP
Keluarga korban tentara India yang tewas dalam bentrokan dengan tentara China memberikan penghormatan terakhir sebelum dikremasi

"Seluruh negeri terluka dan marah atas langkah-langkah yang dilakukan China," katanya, seraya menambahkan: "India menginginkan perdamaian dan persahabatan, tetapi menegakkan kedaulatan adalah yang terpenting."

Modi kemudian mengatakan, setelah bentrokan itu, "tidak ada seorang pun yang ditangkap di dalam wilayah kami, demikian pula tidak ada tentara kami yang ditangkap".

Insiden kekerasan tanpa penggunaan senjata api itu dilaporkan juga melukai setidaknya 76 tentara India lainnya.

Sebuah foto yang beredar Kamis (18/06) lalu, konon, memperlihatkan beberapa senjata sederhana yang digunakan selama bentrokan

Foto itu, yang tampaknya memperlihatkan batang-batang besi yang dipenuhi paku, diperlihatkan kepada BBC oleh seorang pejabat senior militer di perbatasan India-China, yang mengatakan benda itu digunakan tentara China.

BBC

Foto itu diedarkan secara luas di Twitter di India, dan memicu kemarahan dari banyak pengguna media sosial. Sejauh ini tidak ada pejabat China atau India yang berkomentar tentang hal itu.

Laporan-laporan media mengatakan pasukan bentrok di punggung bukit pada ketinggian hampir 4.300 m (14.000 kaki) di medan terjal.

Mengapa tidak ada kontak senjata api?

Lembah sungai Galwan di wilayah Ladakh, dengan iklim keras dan dipenuhi dataran tinggi, berdekatan dengan wilayah Aksai, China, sebuah wilayah yang disengketakan dan diklaim oleh India, tetapi dikendalikan China.

Ini bukan pertama kalinya kedua negara, yang memiliki senjata nuklir itu, terlibat bentrokan tanpa menggunakan senjata api konvensional di wilayah perbatasan.

India dan China memiliki riwayat sengketa dan klaim wilayah yang tumpang tindih di sepanjang lebih dari 3.440 km Line of Actual Control (LAC), yang memisahkan kedua negara, di lembah Galwan yang strategis.

BBC
Foto itu memperlihatkan batang-batang besi yang dipenuhi paku

Penembakan terakhir di perbatasan terjadi pada tahun 1975 ketika empat tentara India terbunuh di sebuah jalan terpencil di negara bagian Arunachal Pradesh di timur laut.

Bentrokan itu dengan berbagai cara digambarkan oleh mantan diplomat sebagai penyergapan dan kecelakaan. Tapi tidak ada peluru yang ditembakkan sejak saat itu.

Akar dari pertikaian tanpa senjata api ini adalah perjanjian bilateral pada tahun 1996 yang mengatakan "tidak ada pihak yang boleh menembak ... melakukan operasi ledakan atau berburu dengan senjata atau bahan peledak dalam jarak dua kilometer dari LAC".

Namun telah terjadi konfrontasi yang tegang di sepanjang perbatasan dalam beberapa pekan terakhir.

Pada Mei lalu, tentara India dan China saling baku hantam di wilayah perbatasan, tepatnya di Danau Pangong, juga di Ladakh, dan di negara bagian Sikkim di timur laut India.

India menuduh China mengirim ribuan tentara ke Lembah Galwan di Ladakh dan mengatakan China menduduki 38.000 km persegi dari wilayahnya.

Beberapa perundingan dalam tiga dekade terakhir telah gagal menyelesaikan perselisihan soal perbatasan ini.