BI Rate Dipertahankan 6%

Logo Bank Indonesia.
Sumber :
  • VivaNews/ Nur Farida

VIVAnews - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6 persen. Level BI Rate ini sama seperti bulan lalu.

Keputusan tersebut didasari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perekonomian terkini, beberapa faktor risiko yang dihadapi dan prospek ekonomi ke depan.

Dewan Gubernur memandang level BI Rate saat ini masih konsisten untuk mencapai sasaran inflasi ke depan dan tetap kondusif dalam menjaga stabilitas keuangan serta mengurangi dampak memburuknya perekonomian global terhadap Indonesia.

"Dewan Gubernur akan mencermati risiko memburuknya ekonomi global dan terus menjaga stabilitas makro ekonomi serta sistem keuangan dan memberikan stimulus untuk perekonomian domestik," ujar Gubernur BI  Darmin Nasution dalam rilis di Jakarta, Kamis, 8 Desember 2011.

Dewan Gubernur mencatat perekonomian 2012 akan mengalami perlambatan, terutama disebabkan ketidakpastian pemulihan ekonomi dan keuangan di Amerika serta Eropa. Eskalasi krisis di Eropa terutama pada semester II-2011 memicu tingginya volatilitas di pasar keuangan global.

Dengan melemahnya permintaan global, volume perdagangan dunia dan harga komoditas global terus menurun. Dari sisi domestik, Dewan Gubernur berpandangan kinerja ekonomi masih kuat dan didukung stabilitas makro yang terjaga. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2011 diperkirakan 6,5 persen. (art)