Serunya Destinasi Wisata Jalur Selatan

Penjual cendera mata di Kampung Naga
Sumber :
  • Bonardo Maulana

VIVAlife - Mencari kesenangan sembari mudik, ini yang paling seru. Terutama bagi Anda yang menggunakan jalur darat untuk sampai di kampung halaman, pengalaman "mampir" ini pasti sangat menyenangkan. Bisa dikatakan ini sekaligus membayar kemacetan di sepanjang jalan.
 
Berapa kota yang Anda lewati? Semuanya akan memberikan kesenangan tersendiri. Anda tinggal menyinggahi setiap kekhasan-nya.
Jika Anda dan keluarga memutuskan melewati jalur Selatan, beberapa tempat wisata ini layak menjadi persinggahan untuk menambah nilai perjalanan Anda.
 
Kawah Papandayan, Garut
Jaraknya hanya sekitar 24 km dari kota Garut. Ini merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Garut. Hamparan kawahnya, sebenarnya merupakan keindahan yang tidak disengaja. Terbentuk dari letusan Gunung Papandayan pada tahun 1772, ini justru menjadi pemandangan yang paling menarik.

Tidak hanya satu kawah, Anda dapat puas menikmati 14 kawah dalam satu lokasi. Uniknya, setiap kawah mengeluarkan kepulan asap dengan warna yang berbeda-beda. Salah satu kawah terbesarnya, yakni kawah mas, memilki lebar 150 meter.

Setiap gemuruh yang keluar dari letupan belerang di kawah memberikan irama ketenangan, sama halnya dengan udara disekitar  kawah yang sejuk denagn sedikit terik matahari yang memayungi. Sinar matahari ini yang memantulkan warna berkilau pada setiap kawah.



Untuk mendapatkan spot paling sempurna, Anda wajib menaiki puncak gunung ini. Silahkan terlena dengan kemewahannya. Ini baru kawah saja! Papandayan tidak berhenti sampai di sini. Anda harus merasakan konservasi alamnya. Cagar alam dan taman wisata. Hamparan eidelweiss, kumpulan rusa yang lalu-lalang, burung elang, atau monyet-monyet kecil. Semuanya ada di sini. 
 
Jika ingin membawa dodol Garut sebagai oleh-oleh, temukan di:
Pertokoan sepanjang JL. R. Otista – Tarogong Kaler, atau di seputaran alun-alun Tarogong.
 
Kampung Naga, Tasikmalaya

Masih di kawaasan jawa Barat, Anda juga bisa singgah ke kampung sakral. Kampung Naga di Tasikmalaya. Sakral, karena adat istiadat dari leluhur masih ketat diterapkan di sini. Anda dapat belajar, bagaimana budaya begitu melekat hingga jaman yang terhitung modern ini.

Padahal, letak Kampung Naga begitu dekat dengan kemajuan. Berada di ruas jalan raya yang menghubungkan Tasikmalaya-Bandung, melalui Garut. Untuk sampai di Kampung Naga, Anda harus menyiapkan "kaki cadangan" untuk menuruni ratusan anak tangga. Sambutan pertama, adalah  pemandangan terasering yang tampak jelas dari atas perbukitan.



Tidak terlalu luas, Kampung Naga hanya berada pada hamparan satu setengah hektar saja. Terdiri dari sawah, kolam, dan rumah penduduk dengan dinding anyaman bambu dengan atap rumbia, lengkap dengan pekarangan.

Daya tarik kampung ini adalah berbagai acara dan upacara adat yang masih terus dilakukan untuk menandai peristiwa penting. Juga kesenian angklung yang juga masih akrab mengalun. Seperti tercatat dalam sejarah, Kampung Naga ini merupakan salah satu titik penyebaran islam di Jawa barat.

Jangan lupa mampir, jika sudah di Tasikmalaya:
Pusat jajananan khas, Jl. RE Martadinata Raja Sale, Toko Roti Unyil Simpang Lima, Lintang Leuwianyar, Supermarket Samudera HZ Mustofa & Asia Cihideung dan Supermarket Asia Plaza, Toko Segar Singaparna, Kurnia Toserba Cikoneng.

Pantai Indrayanti, Yogyakarta
Ingin destinasi wisata yang menyegarkan? Silahkan beristirahat di Pantai Indrayanti. Sedikit ke arah Selatan dari Jogjakarta, tepatnya di daerah Tepus, Wonosari. Atau sekitar satu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi.
 
Kawasan Wonosari sendiri memang dikelilingi perairan lepas. Pantai Sundak, pantai Ngobaran, Nguyahan, Baron, Ngandong, Siung, dan masih banyak deretan pantai lainnya. Indrayanti sendiri terletak di sebelah Timur pantai Sundak.
 
Anda bukan sedang berada di Bali, meskipun hamparan pasir putih ada di depan mata. Ini adalah dunia pantai yang sesungguhnya. Pas untuk melepaskan kelelahan dengan angin sejuk sepanjang siang dan sunset menjelang petang. Sebuah refleksi yang sangat memberikan energi. Selain pasir putih, biru air laut dan tebing-tebing karangnya juara!



Pantai dengan konsep modern ini menjamin Anda untuk berlama-lama menikmatinya. Untuk masalah kebersihan pantai, tidak perlu ditanyakan. Tidak ada satupun yang berani membuang sampah sembarangan karena denda siap menanti.

Ini primadona kuliner Jogja yang tidak boleh terlewat:
- Bakpia Pathok 75, Jl. KS. Tubun no. 75 dan 83.
- Sentra gudeg Wijilan (buka dari jam 05.30 hingga 20.00, beberapa juga buka 24 jam)
 
Berikut alternatif wisata jalur Selatan lainnya:

- Purwokerto

Wisata: Baturraden
            Permandian air panas Pancutan Telu
            Telaga Sunyi
Kuliner: Kripk, nopia, dan getuk Sokaraja, sepanjang Jl. Raya Sokaraja-Purwokerto.

- Ciawi

Wisata: Sentra kerajinan anyaman Rajapolah
Kuliner: Nasi tutug oncom, sepanjang Jl. Raya Gentong Ciawi.

- Sragen

Wisata: Situs wisata Sangiran
            Menara Pandang Sangiran
Kuliner: wajik, krasikan, Jl. Raya Sukowati, halaman batik Sukawati, Sragen.

- Solo

Wisata: Puro Mangkunegaran
            Pasar Klewer
           Sentra Batik Lawean
           Candi Sukuh
Kuliner:

Bubur Gudeg dan cakar ayam, Jl. Monginsidi (depan GKJ Margoyudan).
Ketupat dan cabuk rambak, sepanjang Jalan Ledoksari Selatan

Untuk Anda yang mudik lewat jalur Pantura baca