Lima Siswa Jateng Sabet Emas Lomba Sains di Korsel

5 Siswa Semarang yang berhasil meraih medali emas Sains di Korea
Sumber :
  • Vivanews/Dwi Royanto
VIVA co.id
- Lima siswa berprestasi asal Semarang, Jawa Tengah, berhasil merebut tiga medali emas dalam ajang Internasional sains di Changwon City, Korea Selatan. Ajang ini berlangsung selama 11-18 Januari 2015.


Mereka mampu bersaing dengan sejumalah negara sebagai kontingen The 6th ASEAN+3 Teacher Workshop & Student Science Camp dalam lingkup negara Asia Pasifik.


Kompetisi beregu yang diadakan di akhir kegiatan Student Science Camp ini, tim Jawa Tengah berhasil memperoleh hasil yang membanggakan, yakni tiga medali emas, satu medali perak, satu medali perunggu, serta penghargaan untuk The Best Student yang memperoleh “Da Vinci Science Medal” dalam ajang bergengsi itu.

Kelima siswa tersebut antara lain; Bthari Parahita Putri Firmandjaja asal SMPN 5 Semarang (emas), Muhammad Zinedine Alam Ganjar asal SMPN 2 Semarang (emas) dan Radya Wafi Adyatma asal SMPN 2 Semarang (emas), Putra Dluha Rochmatullah asal SMPN 2 Semarang (perunggu) dan Yuniarhiza Srikandi Fiandini asal SMPN 2 Semarang (perunggu).

Adapun satu siswa yang memperoleh penghargaan “Da Vinci Science Medal” adalah Radya Wafi Adyatma siswa SMP 2 Semarang. Putra berbakat terbaik ini memperoleh beasiswa penuh Universitas di seluruh negara ASEAN+3 yang disponsori oleh lembaga ASEAN+3 Centre for The Gifted in Science (ACGS).


Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat menerima kedatangan lima kontingen itu mengaku bangga terhadap prestasi luar biasa di ajang internasional. Menurutnya, ajang ini sudah merupakan tradisi karena untuk kelima kalinya Jateng mengikuti ajang sains tersebut.


"Ke depan kita akan carikan kompetisi yang bisa mendorong prestasinya. Karena mereka adalah benih-benih yang memiliki pengetahuan luar biasa dan cepat menggali konsep-konsep sains," kata Ganjar di Gedung Gubernuran Semarang, Selasa 20 Januari 2015.


Dikatakan Ganjar, dalam ajang beregu itu kelima siswa telah paham betul metodologi yang dipakai dan digunakan untuk menghasilkan project sains sesuai tema yang ditentukan.


Pada kegiatan Student Science Camp, para murid berbakat ini dikelompokkan dalam kelompok-kelompok kerja yang beranggotakan murid dari berbagai negara. Masing-masing kelompok kerja ini akan merangkum seluruh pengetahuan yang didapat dari kegiatan science camp itu serta memberikan presentasi akhir mengenai inovasi dan ide-ide baru mereka mengenai konsep "The Green, Smart Home".


Pada event internasional itu, seluruh interaksi para siswa dan presentasi akhir yang dikompetisikan, seluruhnya menggunakan bahasa Inggris dan berinteraksi dengan kelompok dari berbagai negara. (ren)



Baca juga: