Fokus 4G, Smartfren Belum Berniat Lirik OpenBTS

Head of Brand and Corporate Marketing Communication Smartfren, Roberto Saputra
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id - Smartfren menyatakan saat ini belum berminat mengembangkan teknologi OpenBTS. Hal ini dikarenakan Smartfren sedang memfokuskan diri terhadap layanan 4G Long Term Evolution (LTE).

Direktur Smartfren, Roberto Saputra, mengatakan perusahaannya telah menganggarkan dana besar untuk mengekspansi bisnis di jaringan generasi keempat tersebut. Maka dari itu, Smartfren lebih menyasar daerah yang potensial dijadikan pasar.

"Terus terang ekspansi kita di 4G ini cukup besar, dengan US$300 juta (sekitar Rp4 triliun). Jadi, kita menyasar daerah yang butuh 4G juga," ujar Roberto ditemui di Double Tree by Hilton, Cikini, Jakarta, Rabu 4 November 2015.

Kemudian ia mengungkapkan, untuk turut mengembangkan OpenBTS ke daerah terpencil, saat ini ia melihat biaya pembangunan, seperti transmisi dan backbone, terlalu mahal. Harga ini dinilai tidak ekonomis atau tidak bisa balik lagi kepada perusahaan yang mengembangkannya.

"Saat ini, kita sedang fokuskan diri untuk kembangkan 4G di wilayah Jawa dan Sumatera karena pasarnya potensial untuk mendapatkan atau menambahkan pelanggan," ujar pria berkacamata ini.

Diberitakan sebelumnya, rencana implementasi teknologi Project Loon Google atau balon internet di Indonesia mendapat perhatian dari ICT Watch.

Implementasi yang akan dilaksanakan tahun depan di Indonesia itu, sudah tercapai kesepakatan uji coba antara Google dan tiga operator telekomunikasi seluler, yaitu Indosat, Telkomsel dan XL Axiata. Uji coba balon internet itu akan menggunakan frekuensi 900 MHz dari para operator tersebut.

ICT Watch berpandangan jika implementasi balon internet itu mendapat restu dari pemerintah, maka pemerintah seharusnya juga memberikan kesempatan bagi implementasi teknologi lain.

"Untuk itu, pemerintah haruslah melakukan upaya yang sama agar teknologi alternatif, semisal OpenBTS, diperkenankan pula menggunakan frekuensi 900 MHz untuk penelitian dan pengembangannya," ujar Donny B. Utomo.


Bundling dengan Samsung

Salah satu cara untuk melakukan ekspansi 4G LTE Advanced dilakukan Smartfren, untuk pertama kalinya, dengan membidik pasar Open Market Handset (OMH). Dalam eskpansi itu, operator seluler ini menggandeng Samsung dan membundling Galaxy J2.

Seperti diketahui, selama ini Smartfren begitu setia menggunakan produk andalannya, Andromax, sebagai perangkat untuk para pelanggannya yang berjumlah 12 juta orang.

"Ini menjadi sejarah bagi Smartfren karena kita mengumumkan bundling dengan brand global, Samsung, untuk menghadirkan layanan 4G LTE Advanced kita," ujar Roberto Saputra.

Dengan pembelian Samsung Galaxy J2 maka konsumen akan mendapatkan layanan paket 4G LTE Advanced dengan bonus paket data 4,5 GB. Bonus itu terbagi 1,5 GB kuota data reguler dan 3 GB internet malam yang berlaku selama tujuh hari setelah aktivasi.

"Dengan isi ulang Rp100 ribu, pelanggan akan mendapatkan total kuota data 19 GB dengan perincian 5 GB kuota reguler, 12 GB kuota malam, dan 2 GB kuota bonus. Bonus kuota 2 GB juga akan dinikmati pelanggan setiap melakukan sisi ulang Rp100 ribu selama 12 kali dalam setahun," tutur Division Head Smartphone & Data Device Smartfren, Sukaca Purwokardjono, dalam kesempatan yang sama.

Berbeda dengan handset racikan Samsung lainnya, untuk Galaxy J2 ini memiliki kemampuan menangkap jaringan pada pita frekuensi 850 MHz dan 2300 MHz. Artinya, cakupan dual carrier Galaxy J2 ini sejalan dengan layanan 4G yang dijalankan oleh Smartfren.

Galaxy J2 mempunyai layar 4,7 inci qHD AMOLED, prosesor quad core A53 1,2 Ghz Exynos, OS Lollipop 5.1.1, RAM 1 GB, ROM 8 GB, kamera utama 5 MP, kamera belakang 2 MP, dan baterai kapasitas 2.000 mAh.

Dalam memasarkan produk bundling ini, Smartfren dan Samsung membanderol Galaxy J2 dengan harga Rp1,999 juta.

Diketahui, internet 4G LTE Advanced yang disediakan anak perusahaan dari Sinar Mas Group, sudah tersedia di 22 kota di seluruh Indonesia. Layanan jaringan generasi keempat besutan Smartfren itu mengklaim dapat menembus 100 Mbps.