Menperin Tantang Hisense Perkuat 4G di Indonesia

Menperin Saleh Husin saat di Tiongkok
Sumber :
  • Kemenperin

VIVA.co.id - Jaringan seluler berbasis 4G Long Term Evolution (LTE) sudah beroperasi di Indonesia. Selain oleh perusahaan operator telekomunikasi, produsen smartphone turut meramaikan bisnis pada jaringan ini.

Sebagai negara yang luas, berpenduduk besar serta jumlah pengguna ponsel mencapai 80 juta, maka produsen smartphone 4G LTE harus mampu menghasilkan produk berkualitas, tangguh dan dapat diandalkan konsumen.

Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian Saleh Husin saat mengunjungi kantor pusat produsen elektronika dan telekomunikasi seluler Hisense, di Qingdao, Tiongkok, Kamis, 3 Desember 2015.

Di Indonesia, Hisense memproduksi ponsel yang berlabel Andromax, yang merupakan merek ponsel milik PT Smartfren Telecom Tbk.

Menurut Saleh, Indonesia merupakan pasar menarik bagi pabrikan. Selain menikmati pasar ini, sudah saatnya pabrikan ditantang untuk membuktikan produk mereka tangguh.

"Termasuk juga memperkuat jaringan 4G LTE. Mereka juga kita dorong bangun pabrik di Indonesia, sehingga ada aliran masuk investasi," katanya.

Husin Saleh juga berharap makin banyaknya pabrikan akan mengembangkan industri ikutan, yaitu komponen ponsel dan bisnis pengembang aplikasi (developer).

Executive Vice President of Hisense Co Ltd, Lin Lan mengakui Indonesia merupakan negara besar dan memiliki potensi besar.

"Kami terbuka untuk bermitra dengan perusahaan Indonesia, bukan hanya ponsel tapi juga produk lain seperti televisi, dan perlengkapan rumah tangga lainnya," ujarnya.

Sedangkan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan menekankan, Kemenperin berharap kehadiran perusahaan Hisense dapat menumbuhkan dan menggandeng 10-20 industri komponen pendukung.

Saleh melihat dari dekat hasil riset dan produk unggulan yang merambah dari telekomunikasi. Saat ini, Hisense telah menjangkau 130 negara dengan memiliki 17 fasilitas produksi yang tersebar di China, Afrika Selatan, Algeria, dan Mesir dan memiliki 7 pusat riset dan pengembangan produk.

Hisense telah mampu memproduksi 15 juta unit ponsel per tahun dengan kapasitas produksi per hari mencapai 3.500 unit ponsel. Indonesia merupakan pasar terbesar produk ponsel Hisense di luar China. Mereka tengah ancang-ancang memperkuat penguasaan pasar di Amerika melalui pemasaran dan akuisisi.

“Kami harapkan supaya ke depan investasi Hisense yang masuk di Indonesia tidak hanya perakitan, tetapi juga sebagai basis produksi mereka untuk pasar ekspor serta mampu meningkatkan komponen lokal dari Indonesia,” kata Saleh.

Saleh mengharapkan, kunjungannya ke Negeri Tirai Bambu itu juga akan menggaet lebih banyak investor asal Tiongkok dan betul-betul merealisasikan investasinya.