Studi: Wanita Rajin ke Tempat Ibadah, Usia Lebih Panjang

Berdoa.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Peneliti Universitas Harvard, Amerika Serikat, mengungkapkan dampak positif bagi perempuan yang rajin mengunjungi tempat ibadah. Hasil studi peneliti kesehatan publik Universitas Harvard itu menunjukkan perempuan yang gemar mengunjungi gereja lebih dari sekali dalam sepekan bakal hidup lima bulan lebih lama dibanding perempuan yang tidak melakukannya.

Dikutip dari Independent, Selasa 17 Mei 2016, hasil studi peneliti juga mengungkapkan perempuan yang menghadiri layanan keagamaan punya risiko kematian 33 persen lebih rendah dibanding perempuan yang tidak rajin datang ke layanan keagamaan.

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, peneliti sebelumnya telah mewawancarai lebih dari 74 ribu perempuan yang diuji dalam Studi Kesehatan US Nurses. Studi ini terbilang cukup matang, sebab telah dilakukan dalam periode 16 tahun dan selama periode itu tercatat ada kasus kematian lebih dari 13.500 kasus.

Sebagian besar responden kaum hawa itu punya latar belakang keyakinan Katolik dan Kristen Protestan dan keyakinan yang lainnya. Rata-rata basis usia responden yang terlibat dalam studi ini yaitu 60 tahun.

"Dalam pengujian jalur potensial dari layanan keagamaan tersebut sampai ke semua penyebab kematian, kami menemukan gejala depresif, merokok, dukungan sosial dan optimisme secara potensial menjadi mediator penting," kata peneliti dalam papernya di jurnal JAMA Internal Medicine.

Namun, peneliti mengatakan, tidak ada mediator tunggal yang mencapai 25 persen dari dampak studi relasi tersebut. Peneliti memperhatikan ada banyak jalur mediator antara menghadiri pelayanan keagamaan sampai kesehatan.

Tapi tim peneliti menekankan bukan berarti bahwa petugas kesehatan atau dokter menyarankan pasien mereka untuk pergi ke gereja, atau tempat ibadah bagi pemeluk keyakinan lainnya.

"Hasil kami tidak berarti perawat kesehatan profesional harus membuat resep (pasien) untuk menghadiri pelayanan keamanan, tapi bagi yang sudah meyakini keyakinan agama, menghadiri pelayanan keagamaan itu bisa didorong sebagai bentuk partisipasi sosial yang bermakna," tulis peneliti.

Peneliti mencatat ada banyak variasi motivasi responden untuk menghadiri ibadah keagamaan. Misalnya motivasi pengabdian agama, kebiasaan seumur hidup, tekanan sosial, kemudian rasa kesepian yang menyebabkan individu mencari dukungan kelompok agar tetap terhubung.