Pembangunan Palapa Ring Paket Tengah Nyaris Rp1 Triliun

PT LEN Telekomunikasi dan Indonesia Infrastructure Finance (IIF)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id – PT LEN Telekomunikasi menunjuk Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai mandated lead arranger atau pihak yang mengatur dan mencari pendanaan sindikasi. Penunjukkan ini guna membangun proyek pembangunan tulang punggung serat optik II di wilayah Indonesia bagian tengah.

Seperti diketahui, LEN Telekomunikasi merupakan pemenang proyek paket tengah yang tergabung dalam konsorsium bernama Pandawa Lima. Konsorsium ini menguasai saham sebesar 51 persen. Selain, LEN Telekomunikasi, di Pandawa Lima juga bercokol perusahaan seperti PT Teknologi Riset Global Investama (34 persen), PT Sufia Technologies (5 persen), PT Bina Nusantara Perkasa (5 persen), dan PT Multi Kontrol Nusantara (5 persen).

Direktur Utama PT LEN Telekomunikasi Indonesia, Raden Wahyu Pantja Gelora, mengatakan ada empat kriteria yang diajukan oleh pihaknya dalam mencari perusahaan yang berperan mandated lead arranger. Kriteria yang dimaksud, persyaratan dan proses persetujuan kredit, platform kredit, persyaratan dan proses pencarian kredit, dan tingkat suku bunga.

"Akhirnya, kami menjatuhkan kepada IIF dari berbagai perusahaan yang kami cari. Jangan lupa, kami menunggu realisasi biayanya," ucap Pantja yang disambut tepuk tangan oleh hadirin yang datang di Ruang Bromo, Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa, 24 Mei 2016.

LEN Telekomunikasi menargetkan IIF dapat meraup dana sekitar 80 persen yakni Rp790 miliar dari total pembangunan nasional paket tengah tersebut. Dengan demikian, total 100 persen pembiayaan yang dibutuhkan yaitu Rp987 miliar. Presiden Direktur IIF, Arisudono Soerono, mengungkapkan dana-dana tersebut direncanakan meminjam ke bank-bank lokal.

"Dengan pengalaman IIF di bidang pembiayaan infrastruktur, penasihat keuangan, jaringan internasional, dan dukungan dari pemegang saham, kami yakin dapat membantu LEN Telekomunikasi untuk mendapatkan sumber-sumber pembiayaan dengan rate terbaik," ucapnya.

Pantja mengharapkan, biaya pembangunan di wilayah tengah diharapkan dapat sudah dikantongi akhir Agustus 2016, sehingga September sudah langsung dilakukan pembangunannya.

Di wilayah tersebut, LEN Telekomunikasi diberi amanah untuk menghubungkan 17 kota/kabupaten menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara sampai dengan Kepulauan Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 kilometer.

Palapa Ring yang dibagi tiga bagian, yakni paket barat, tengah, dan timur ini diharapkan dapat menyediakan akses internet mencapai 20 Mbps di perkotaan dan 10 Mbps di pedesaan. Proyek tersebut ditargetkan dapat rampung pada triwulan ke II pada 2018, sehingga keberadaan jaringan fixed broadband sudah bisa dinikmati masyarakat pada waktu yang sama.