Momen Tax Amnesty, Pengembang Ini Bangun Point 8

Ilustrasi apartemen.
Sumber :
  • rumahku.com

VIVA.co.id – Mengacu tren properti 2016, prospek industri properti semakin menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat perekonomian masyarakat yang kian membaik.

Ditambah lagi dengan gaya hidup masyarakat yang menuntut ketersediaan apartemen, atau ruang hidup yang lebih berkualitas, serta menjadi sarana investasi yang mampu mendapatkan kapital gain yang baik.

Di sisi lain, pemerintah sejak awal tahun ini telah mengeluarkan kebijakan bahwa dana repatriasi yang masuk ke Indonesia, hasil program pengampunan pajak, atau tax amnesty, akan dialihkan ke sektor riil, termasuk properti.

Tentunya, industri properti akan sangat diuntungkan dari penerapan tax amnesty ini. Karena, properti menjadi bagian dari pintu masuk, atau gateaway dari dana repatriasi tax amnesty.

Direktur Utama PT Cakrawala Bumi Sejahtera (CBS) Untung Sampurno mengatakan, hal inilah yang dilihat sebagai salah satu titik balik bisnis properti kembali bersinar. “Kami juga melihat, kawasan Daan Mogot dan Cengkareng yang semakin berkembang pesat sebagai kawasan industri dan manufaktur, bisa menjadi peluang,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis 25 Agustus 2016.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT CBS mempelopori dengan mempersempahkan proyek perdana Point 8 Group, yang merupakan kawasan terpadu yang terdiri dari apartemen, hotel, dan Bussiness Park. Ketiganya merupakan perpaduan antara bussiness centre dan hunian yang nyaman, asri, serta eksklusif dengan mengusung konsep green saving energy, serta bernuansa Balinese.

Dikembangkan di atas lahan seluas tiga hektare, merangkum empat tower (menara) apartemen di antaranya, Terrace Mansion dan Aircrew Tower, satu hotel dan bussiness park, dengan konsep Terrace Walk, serta Food Plaza.

Menurut Untung, tim yang terlibat dalam pengembangan Point 8 ini terdiri dari orang-orang yang sudah berpengalaman selama puluhan tahun dalam industri properti di Indonesia. Perusahaan terus belajar dan berusaha untuk membangun bagaimana membangun properti yang ‘manusiawi’untuk memenuhi kebutuhan dan ekspetasi konsumen akan hunian yang terpadu dan ramah lingkungan.

“Mimpi kami terwujud melalui proyek Point 8 Group perdana, di mana hunian ini menerapkan konsep green living, green energy, serta bernuansa Bali, dengan penerapan penghematan energi bisa sampai 60 persen dengan lampu LED yang juga berfungsi sebagai emergency lamp,” katanya.

Untung menambahkan, untuk target market Aircrew Tower, pihaknya menargetkan para awak pesawat (awak kabin dan penerbang/pilot ), karena lokasi yang sangat dekat dengan bandara Internasional Soekarno Hatta  hanya dalam waktu tempuh  ± 15 menit. “Kami melihat kebutuhan hunian yang nyaman, aman, tenang dan ekslusif, serta memudahkan mobilitas mereka dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari,” paparnya.

Aircrew Tower ini tersedia dua tipe dengan luas semi gross, yakni tipe studio (28,5 meter persegi) dan dua bedroom (46 m2). Bisa dikatakan, perusahaan memberikan ukuran yang lebih luas dibandingkan tipe yang sejenis di apartemen lain.

Sementara itu, Investor yang membeli apartemen ini dengan penawaran harga yang kompetitif diestimasikan bisa meraih keuntungan dari kenaikan harga unit apartemen rata-rata 15 sampai 20 persen setiap tahunnya.

Soal mekanisme pembelian, Untung mengklaim, sanggup menawarkan harga dan cara pembayaran yang lebih menarik dibandingkan proyek properti di sekitarnya.

Dengan konsep baru yang memberikan nilai tambah, yakni adanya Jalur Gas dan Tap Water ke setiap unit, serta dilengkapi aplikasi app “one stop services” yang diusung PT CBS, berhasil meraih penghargaan sebagai The Best Value Added Affordable Apartment With Integrated Facilities, dalam event Indonesia Property&bank award ke 11 yang diselenggarakan Majalah Properti&bank, baru-baru ini.

Dengan total unit sekitar 1.088, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp500 jutaan per unit (Rp17 juta per m2), yang menjadikan apartemen Point 8 ini dikategorikan apartemen kelas menengah.