Laba Perusahaan Petrokimia Terbesar di RI Ini Melonjak Tajam

Suryandi, Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Romys Binekasri

VIVA.co.id – Perusahaan petrokimia Indonesia terbesar, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), mencatat perolehan rekor laba bersih pada kuartal II tahun ini sebesar US$96,35 juta. Angka tersebut melonjak 540 persen dibandingkan perolehan tahun lalu yang sebesar US$15,06 juta. Sehingga sepanjang semester I tahun 2016 perseroan meraup laba bersih senilai US$131,75 juta

Direktur PT Chandra Asri Petrochemical, Suryandi mengatakan, kenaikan tersebut terutama diuntungkan dari margin produk yang kuat dan volume penjualan yang lebih tinggi dari kapasitas baru ethylene cracker.
 
"Sepanjang periode yang berakhir pada 30 Juni 2016, perseroan mencatatkan rekor laba bersih sebesar US$131,75 juta, dibandingkan dengan US$17,91 juta untuk periode yang sama tahun lalu, peningkatan yang signifikan sebesar 636 persen (year on year/yoy)," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin, 29 Agustus 2016.

Sementara, pendapatan bersih semester pertama 2016 naik 10,4 persen menjadi sebesar US$882,11 juta, dibandingkan dengan perolehan tahun lalu yang sebesar US$799,24 juta. Sedangkan laba kotor perseroan meningkat 147 persen menjadi sebesar US$217,96 juta dari sebelumnya US$88,21 juta. Sebagai hasilnya, margin laba kotor melonjak 24,7 persen dari sebelumnya yang tubuh 11 persen (yoy).

"Mencerminkan margin petrokimia yang kuat dibantu oleh dinamika penawaran dan permintaan, dan biaya bahan baku yang lebih rendah, serta ditambah dengan volume penjualan yang lebih tinggi sebesar 37 persen yoy," ujarnya menambahkan.

Demikian pula, EBITDA periode paruh I-2016 meningkat secara signifikan menjadi US$224,0 juta dari US$93,2 juta untuk periode yang sama tahun lalu. “Kinerja yang kuat ini menyokong kemampuan perseroan untuk memberikan momentum pertumbuhan positif kendati kondisi bisnis dan operasional, yang menantang di tengah perlambatan perekonomian domestik dan global," ujarnya.
 
Selain itu, dalam keterangan resminya, dewan komisaris perseroan telah menyetujui pembayaran dividen interim untuk periode 30 Juni 2016 sebesar US$0,01 per saham atau Rp132 yang akan dibayarkan pada tanggal 15 September 2016 (tanggal pencatatan pada 7 September 2016).
 
Menurutnya, strategi ekspansi perseroan untuk memenuhi permintaan Indonesia yang terus meningkat, serta integrasi secara vertikal untuk memberikan nilai tambah di sepanjang mata rantai petrokimia tetap menguat.

"Secara khusus, untuk 2016, perseroan akan fokus pada penguatan kinerja operasional dan keuangan untuk memberikan nilai yang lebih tinggi kepada para pemangku kepentingan dan berkontribusi pada pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia."

(mus)