07-10-2001: AS Invasi Afghanistan

George W Bush (kanan) dan Dick Cheney saat masih menjadi Presiden dan Wakil Presiden AS.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Hari ini 15 tahun silam. Presiden Amerika Serikat, George Walker Bush mengumumkan invasinya terhadap Afghanistan.

Pengumuman hanya berselang kurang dari satu bulan pascaserangan teroris yang meluluhlantakkan gedung kembar World Trade Center dan Departemen Pertahanan (Pentagon) pada 11 September.

Melansir situs History, invasi militer berkedok "Operation Enduring Freedom" ini bertujuan untuk membasmi rezim Taliban Afghanistan yang beraliran Islam fundamentalis. Mereka dituding telah membantu dan bersekongkol dengan kelompok Al-Qaeda pemimpinan Osama bin Laden.

Dalam pidatonya yang ditayangkan televisi di Gedung Putih, Bush memberitahu publik Amerika bahwa ia akan 'bertindak hati-hati dalam mencari target' untuk menghancurkan kemampuan militer Al-Qaeda dan Taliban.

Bush juga mengaku telah mendapatkan bantuan dari sekutunya Inggris, Kanada, Australia, Jerman dan Prancis. Sementara, 40 negara lainnya bersedia membantu AS memberikan informasi intelijen serta logistik.

Serangan ke Afghanistan terkesan dipaksakan. Sebab, Bush berdalih bahwa invasinya ke salah satu negara di Asia Selatan itu adalah atas dukungan masyarakat dunia.

Kemudian, Bush juga tidak belajar dari kasus Uni Soviet yang gagal menaklukkan Afghanistan selama 10 tahun (1979-1989). Tak hanya itu, ia juga memperingatkan bahwa perang di Afghanistan kemungkinan akan hanya 'bagian depan dari bab pertama' dalam perjuangan panjang melawan terorisme.

Ia pun bersumpah untuk terus mengambil tindakan apa yang disebut 'perang melawan teror' terhadap negara-negara yang mensponsori gerakan teroris.

(mus)