Pelukan Dari Orang Terkasih Ampuh Hilangkan Sakit

Ilustrasi berpelukan.
Sumber :
  • Pixabay/Publikdomainpictures

VIVA.co.id – Menurut sebuah penelitian, sentuhan dari seorang yang disayangi bisa menjadi cara terbaik dalam mengusir rasa sakit fisik.

Dikutip Daily Mail, sejumlah ilmuwan menemukan bahwa ikatan emosional yang kita miliki terhadap seseorang yang menyentuh kita dapat mengurangi rasa sakit. Efek ini mereka sebut sebagai 'analgesia yang diinduksi cinta'.

Namun, ketika orang asing yang menyentuh kita, efek ini tidak akan terjadi karena kita tidak memiliki perasaan terhadap orang asing tersebut.

Penemuan ini menekankan pada kekuatan otak untuk mengesampingkan sinyal rasa sakit.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan minat dalam memanfaatkan kemampuan otak untuk mengendalikan sakit.

Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa kontak kulit ke kulit, yang juga disebut dengan sentuhan sosial, dapat menjadi analgesik ampuh. Namun, hingga saat ini belum jelas apakah efek ini berbeda tergantung pada siapa yang menyentuh.

Dalam penelitian terbaru, sejumlah peneliti di Haifa University, Israel, merekrut puluhan partisipan wanita dan berulang kali membuat rasa sakit ringan pada mereka dengan menyentuhkan sebuah balok logam panas.

Pada eksperimen pertama, seorang yang benar-benar asing memegang tangan mereka dan mencoba menenangkan mereka selama rasa sakit. Di percobaan kedua, suami atau pasangan mereka berdiri di samping mereka tanpa membuat kontak fisik.

Pada eksperimen terakhir, pasangan mereka diperbolehkan memegang atau membelai rambut partisipan saat logam panas disentuhkan ke kulit mereka.

Dari percobaan tersebut para peneliti menemukan bahwa sentuhan orang asing, begitu pula keberadaan pasangan di samping mereka, memberi sedikit atau tidak sama sekali perbedaan pada sensasi rasa sakit.

Tapi, ketika pasangan mereka menyentuh kulit mereka, tingkat rasa sakit partisipan berkurang pada tingkat yang sama dengan 'analgesia yang diinduksi cinta'.

Para peneliti juga menemukan bahwa pasangan yang mengekspresikan rasa empati dan dukungan selama eksperimen, semakin besar rasa tenang yang muncul.