Virus Zika Bisa Turunkan Tingkat Kesuburan Laki-laki

Pengembangan Vaksin untuk Virus Zika
Sumber :
  • REUTERS/Mike Segar

VIVA.co.id – Para ilmuwan Amerika Serikat mencari dampak yang ditimbulkan jika seorang pria terserang virus zika. Dalam eksperimen yang dilakukan, ilmuwan menemukan dampak virus zika bisa menyebabkan penurunan tingkat reproduksi. Dalam percobaannya itu, ilmuwan menguji dampak virus zika pada tikus jantan, 
 
Dalam percobaannya, tim ilmuwan menemukan testis tikus jantan menyusut, hormon seks menurun dan kesuburan menjadi berkurang.
 
“Sejauh ini, temuan hanya pada tikus, namun hasilnya cukup mencemaskan untuk menjamin studi lebih lanjut. Karena kemungkinan implikasi (sama) pada manusia, itu harus dipertegas,” ujar salah seorang peneliti dari Washington University, St Louis, Amerika Serikat, Michael Diamond, seperti dilansir Huffingtonpost, Selasa 1 November 2016.
 
Penelitian sebelumnya menyatakan, virus zika bisa mengendap di dalam air mani selama enam bulan. Tapi, belum banyak diketahui apakah lamanya virus zika yang mengendap di testis bisa menyebabkan dampak bahaya atau tidak. 
 
Maka dari itu, Diamond bersama dengan rekan-rekannya melakukan riset percobaan pada tikus. Setelah menyuntikkan tikus jantan dengan virus zika, mereka menunggu selama satu minggu.
 
Tapi, ternyata tidak ada perubahan yang berarti, setelah dicek sperma dan testis pada tikus jantan tersebut ternyata normal dari infeksi virus. Kondisi tikus itu sama dengan sampel tikus yang ada di laboratorium.
 
Kemudian, peneliti mencoba menunggu lagi hingga tiga minggu kemudian. Barulah terjadi perbedaan yang mencolok. Testis tikus yang terpapar virus zika mengalami penyusutan dari ukuran normal dan struktur internalnya hancur.
 
“Kami melihat bukti yang signifikan dari kerusakan tubulus seminiferus, yang merupakan bagian penting untuk menghasilkan sperma baru,” kata Diamond.
 
Para peneliti juga menemukan, virus zika juga menginfeksi dan membunuh sel-sel Sertoli, sel tersebutlah yang menjaga antara aliran darah, testis dan pertumbuhan sperma. Dalam konteks itu, Sel Sertoli tidak mengalami regenerasi.
 
“Virus ini menginfeksi titik (sel) yang tidak memperbaharui (diri) jika mengalami kerusakan.  Itu adalah masalah," ucapnya.
 
Virus zika memang sangat mengerikan. Dalam konteks virus itu menyerang wanita hamil, maka dampaknya berupa mikrosefali pada bayi. Mikrosefali bayi lahir dengan kondisi cacat lahir, dengan kepala dan otak berukuran kecil, serta kelainan otak lainnya.

(ren)