Langkah Pemerintah Tekan Impor Produk Fesyen

Ilustrasi fesyen.
Sumber :
  • Pixabay/Markus Spiske

VIVA.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, berupaya menekan arus impor produk fesyen di pasar dalam negeri. Langkah-langkah strategis pun dibuat, untuk menekan arus impor dan meningkatkan daya saing produk fesyen dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih menyebutkan, langkah-langkah strategis tersebut, yaitu mengamankan industri fesyen melalui pembatasan pelabuhan impor, safeguard bagi industri fesyen, serta pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kemudian, pemerintah juga mengimbau kepada para desainer dan pelaku industri fesyen nasional untuk meningkatkan penggunaan bahan baku dan aksesoris produk dari dalam negeri. 

“Akan dibuat material center yang bekerja sama dengan asosiasi, sehingga IKM mendapatkan bahan baku dan bahan penolong dengan harga lebih murah," kata Gati dalam keterangan tertulis, pada Jumat 11 November 2016.

Lalu, untuk pengembangan daya saing industri fesyen nasional, Kemenperin berupaya dengan memberikan IKM berbagai kegiatan, yang meliputi bimbingan teknis, pendampingan tenaga ahli, restrukturisasi mesin dan peralatan, penumbuhan wirausaha baru, serta fasilitasi promosi melalui berbagai pameran dalam dan luar negeri.

Ia menyebutkan, salah satu upaya untuk mempromosikan produk fesyen unggulan dalam negeri, adalah dengan menyelenggarakan Indonesia Fashion Week (IFW). 

"IFW diharapkan menjadi sarana untuk menampilkan produk-produk unggulan fesyen dalam negeri. Bahkan, kegiatan ini juga menjadi stimulus bagi pelaku IKM meningkatkan kreativitas, agar mampu bersaing dan mengembangkan usahanya," ucapnya.

Bentuk promosi lainnya, yaitu dengan menggunakan teknologi. Kemenperin memberikan para pelaku usaha fasilitas e-smart IKM dengan memanfaatkan marketplace (pasar) yang ada, sehingga pasar online tidak didominasi oleh produk impor.

Kemenperin mencatat, industri fesyen merupakan salah satu dari 16 kelompok industri kreatif yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Industri fesyen berkontribusi besar terhadap devisa negara, Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan penyediaan lapangan kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor produk fesyen pada 2015 mencapai US$12,11 miliar, atau naik 2,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah tenaga kerja yang terserap dari industri ini pada 2015 sebanyak 1,1 juta orang.

Sementara itu, pasar utama ekspor produk fesyen Indonesia, meliputi Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. (asp)