Pelemahan Rupiah Berlanjut

Uang Rupiah Baru.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Moh Nadlir

VIVA.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melanjutkan pelemahannya pada awal pekan ini. Hal ini terjadi meski dolar Amerika Serikat mulai dalam tren melemah.

Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), hari ini rupiah diperdagangkan melemah terhadap dolar AS ke level RP13.354 per dolar AS. Melemah dari perdagangan akhir pekan lalu di level Rp13.308 per dolar AS.

"Tampaknya pergerakan Rupiah cenderung mulai berbalik melemah sehingga kami antisipasi akan terjadinya pelemahan lanjutan," ujar Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin, 16 Januari 2017.

Reza memperkirakan, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.330 hingga Rp13.259 per dolar AS. Sentimen positif dari Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan tren penurunan bunga kredit masih akan berlanjut di 2017 belum mampu mendongkrak nilai rupiah.

"Meski perbankan dihadapi kenaikan bunga acuan The Fed dan pengetatan likuiditas," tuturnya.

Kemudian, adanya dana asing yang masuk (capital inflow) selama periode 1-9 Januari 2017 sebesar  US$700 juta, dinilai menjadi salah satu penopang stabilitas nilai tukar rupiah pada awal Januari ini.

Serta ditambah lagi perkiraan BI terkait defisit transaksi berjalan sepanjang 2016 yang akan menyusut menjadi 1,8 persen terhadap PDB dibanding 2015 yang sebesar 2,06 persen dari PDB yang seharusnya menjadi penguat kenaikan rupiah. 

"Ketidaktahanan rupiah ini sejalan dengan berkurangnya pelemahan pada US$ sebagai antisipasi data klaim pengangguran dan penjualan ritel AS," ujarnya.