Ilmuwan Ciptakan Kulit Buatan untuk Evakuasi Korban Bencana

Dompet kulit ular Phyton
Sumber :

VIVA.co.id – Para peneliti dari ETH Zurich, Swiss, tengah mengembangkan sebuah alat khusus yang bisa digunakan untuk mencari manusia ketika terjebak dalam sebuah becana. Misalkan, terjebak dalam bagunan setelah guncangan gempa bumi.
 
Raffaele Di Giacomo dan rekan-rekannya punya ide membuat alat ini, terinspirasi dari sensor ular berbisa yang menggunakan kulitnya untuk menemukan mangsa. Nah, sensor pada kulit ular inilah yang menjadi ide Di Giacomo agar bisa dibuat memiliki sensitivitas yang sama.

Dalam operasinya, alat yang bentuknya lembaran kulit mirip plastik ini cukup direkatkan pada sebuah media robot.
 
Di Giacomo mengatakan, mereka sudah mengembangkan kulit dengan sensor yang sensitif terhadap suhu. Kulit akan bisa merasakan keberadaan manusia melalui suhu sekecil apapun dan bentuknya transparan.
 
Di Giacomo menjelaskan, mengapa kulit bisa sensitif panas dan bentuknya transparan disebabkan oleh bahan dasar pembuatan kulit yakni dari pektin. Pektin ditemukan di semua dinding sel tanaman dan terbuat dari polisakarida yang kaya asam.
 
Pada tanaman, pektin berfungsi mengikat ion dan enzim, fungsi tersebutlah yang dimanfaatkan oleh para ilmuwan agar robot bisa merasakan atau sensitif dengan variasi suhu yang berbeda.

“Menutupi seluruh tubuh robot dengan kulit sensitif panas bisa memberikan 360 derajat penginderaan termal,” kata Di Giacomo, seperti dilansir Daily Mail.
 
Kenapa bisa transparan, kata Di Giacomo, kulit yang diciptakan dari pectin dibuat dalam sebuah cetakan, yang kemudian dicampur dengan larutan kalsium klorida dan terjadi dehidrasi dalam ruang hampa sampai berubah menjadi sebuah kulit transparan. (ren)