Tips Agar Pengajuan KPR Diterima Pihak Bank

Consumer Landing Manager Kanwil 1 BTN, Syukri Hidayat
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA.co.id – Banyak calon konsumen properti yang memiliki kendala dalam pengajuan sebuah kredit pemilikan rumah. Lalu, bagaimana caranya agar pengajuan sebuah kredit pemilikan rumah itu bisa diterima oleh pihak bank.

Consumer Landing Manager Kanwil 1 Bank Tabungan Negara, Syukri Hidayat, mengungkapkan, dalam pengajuan KPR, seharusnya setiap calon konsumen bersikap jujur mengenai apa saja kredit atau pinjaman yang saat ini sedang dijalaninya.

"Karena kadang si calon konsumen ini menyampaikan ke consumer loan kita, bahwa dia tidak ada pinjaman apa pun. Ketika di BI periksa, ternyata ada.

Padahal ini penting bagi kita untuk melihat repayment capacity (kemampuan membayar kembali) si calon debitur tadi," kata Syukri saat ditemui VIVA.co.id di JCC Senayan, Jakarta, Kamis 16 Februari 2017.

Syukri menegaskan, asal dari sisi penghasilan masih mencukupi, maka berapa pun pinjaman yang diajukan calon konsumen pastinya akan disetujui pihak BTN. Namun, karakter yang baik dari si calon konsumen tersebut, merupakan hal yang menjadi perhatian utama bagi pihak bank.

"Dia harus jujur pinjamannya apa saja, apakah leasing motor, mobil, dan lain sebagainya. Asal pembayaran cicilannya lancar dan BI checkingnya bagus, itu enggak ada masalah," kata Syukri.

Selain itu, hal terpenting lainnya adalah mengenai rekam jejak si calon konsumen, yang terekam di data BI checking terkait kemampuan, dan ketaatan konsumen tersebut dalam membayar setiap cicilan yang menjadi kewajibannya.

Oleh karenanya, lanjut Syukri, penting bagi setiap orang yang akan mengajukan KPR, untuk menjaga rekamnya dalam masalah perbankan, terutama dalam membayar kewajiban-kewajiban keuangan seperti membayar kredit leasing motor, mobil, atau bahkan kartu kredit.

"BI checking sangat menentukan. Karena yang pertama dievaluasi oleh petugas consumer loan kita ya BI checking itu. Apakah dia punya karakter yang baik (sebagai debitur) dan layak diberikan kredit. Bahkan kalau penghasilannya besar tapi BI checking-nya tidak bagus, biasanya yang seperti itu tidak kita setujui pengajuan KPR-nya," ujarnya. (ren)