Film Toilet Ek Prem Katha Diprediksi Jadi Blockbuster

Film India 'Toilet Ek Prem Katha'
Sumber :
  • Indianexpress

VIVA.co.id – Film mendatang Akshay Kumar, Toilet Ek Prem Katha diprediksikan menjadi salah satu film blockbuster. Hal ini, karena orang-orang telah mencintai segala hal tentang trailer dari film ini, yang menampilkan komedi dan tragedi secara bersamaan dengan cara yang halus. 

Seperti informasi dilansir Indianexpress pada Senin 12 Juni 2017, di awal trailer tersebut menunjukkan sebuah pertarungan kehidupan yang tidak diperhatikan setiap harinya. Jutaan suara yang tidak terdengar dan wanita yang sedang jatuh sakit hanya karena banyak orang menganggap persoalan toilet yang tidak sesuai standar, dianggap bukanlah masalah. 

Film ini adalah film komedi satiris untuk mendukung Perdana Menteri India, Shri Narendra Modi Swachh Bharat Abhiyan, dalam melakukan sebuah kampanye untuk memperbaiki kondisi sanitasi di India, dengan penekanan pada pengurangan buang air besar yang terbuka di tempat umum, terutama di daerah pedesaan di India.

Film ini dibintangi oleh aktor Akshay Kumar dan aktris Divyendu Sharma, sebagai tokoh utama. Trailer tersebut menunjukkan tiap adegan di dalamnya tidak pernah gagal meninggalkan kesan tersendiri. 

Sebuah percakapan antara Akshay dan Divyendu Sharma, kita mendengar "Unhone toh meri kismat ghusalkhaane mein likhi hogi, aur upar se flush aur kardiya," yang secara tidak langsung menggambarkan bagaimana usaha seseorang sia-sia, jika dia mencoba membela seorang wanita. 

Film ini membawa publik berpikir tentang kemiskinan masyarakat pedesaan India, bahwa memiliki toilet pribadi di dalam rumah pun adalah suatu hal yang hampir mustahil.

Dialog Toilet Ek Prem Katha, yang ditulis oleh Siddharth-Garima, menyoroti tantang perubahan mentalitas masyarakat. Seperti yang dikatakan Anupam Kher di trailer, "Jika Anda tidak mengubah apapun, tidak akan ada yang berubah." 

Akhirnya, trailer tersebut berakhir pada sebuah catatan mengecewakan, di mana aktor tersebut berkata, "Aashiqo ne Aashiqui ke liye Taj Mahal bana diya, hum ek sandas na bana sake.” Jadi, orang tersebut gagal untuk mendidik desanya tentang manfaat toilet dalam rangka untuk menyelamatkan kehidupan pernikahannya.

Dikatakan di sebuah dialog bahwa perubahan dimulai di rumah, tetapi masih dipertanyakan. Perubahan kecil di rumah tampaknya masih menjadi mimpi yang jauh. (asp)