Menteri Basuki Ungkap Istimewanya Jembatan Cantik Sei Alalak

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jembatan Sei Alalak, Banjarmasin.
Sumber :
  • VIVA/Dusep Malik

VIVA – Wajah Menteri Basuki Hadimuljono cukup gembira ketika melihat hasil dari pembangunan Jembatan Sei Alalak di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jembatan ini akan menjadi Ikon baru dan tempat wisata masyarakat.

Adapun proyek jembatan yang didesain oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini sangat istimewa dimana dibangun dengan kabel stay dan pylon asimetrik.

Basuki menjelaskan jembatan Sei Alalak ini memiliki panjang 850 meter dan bentang 425 meter. Jembatan ini membentang di atas sungai kayu tangi dan menggantikan jembatan sebelumnya yang telah dimakan usia.

Baca juga: Bikin Geger, Ini Penampakan Bambu yang Dipakai PUPR Buat Jalan Tol

Proyek yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (WIKA) ini memakan dana sebesar Rp278 miliar yang berasal dari anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk yang disiapkan oleh Kementerian Keuangan.

"Sekarang jembatan ini menjadi satu destinasi wisata Kota Banjarmasin, karena instagrameble. Dan menjadi jalan akses menuju Kapuas Kalimatan Tengah," jelas Basuki di Banjarmasin, dikutip Kamis 21 Oktober 2021.
 
Untuk itu, Basuki berharap dengan telah selesainya pembangunan jembatan ini diharapkan hubungan logistik, barang jasa dari Kalsel dan Kalteng semakin lancar dan memberikan kesejahteraan masyarakat.

Jembatan Sei Alalak di Kota Banjarmasin malam hari.

Photo :
  • Dok. Kementerian PUPR

Sementara itu, terkait dengan keistimewaan lainnya dari jembatan ini, Basuki menjelaskan bahwa Jembatan Sei Alalak dibangun di daerah rawa sehingga bentuk pondasinya harus di tanah yang keras sedalam 70 meter.

Hal inilah, lanjut Basuki yang membuat Jembatan cantik dan ikonik ini biayanya menjadi sedikit lebih mahal, tapi memiliki inovasi baru dengan kabel lengkung pertama di Indonesia.

Basuki pun menuturkan, setelah pembangunan Jembatan Sei Alalak ini, pihaknya masih akan terus membangun jembatan panjang dengan teknologi baru di Indonesia. Adapun daerahnya masih di Kalimatan, Batam, dan Papua.