Apartemen Runtuh, Bocah 11 Bulan Ditemukan Tetap Hidup di Reruntuhan

Bocah itu ditemukan setelah berada di dalam reruntuhan bangunan lebih dari 30 jam dalam suhu di bawah nol di reruntuhan blok apartemen.-TASSTASS via Getty Images
Sumber :
  • bbc

Seorang bocah lelaki berusia 11 bulan yang diselamatkan dari puing-puing blok apartemen yang runtuh di kota Magnitogorsk, Rusia, dikatakan masih sadar tetapi lukanya "sangat serius".

Kementerian kesehatan negara itu mengatakan dia mengalami radang dingin akut pada sekujur tubuhnya, cedera kepala, dan patah tulang pada pergelangan kakinya.

Bocah itu, yang bernama Ivan, sudah dievakuasi ke Ibu Kota Moskow untuk dirawat lebih lanjut.

Ibunya juga selamat dari insiden ledakan gas yang membuat sebagian bangunan apartemen itu hancur.

Kejadian ini telah menewaskan sedikitnya sembilan orang, dan tiga puluh dua orang masih dinyatakan hilang.

Bocah itu ditemukan setelah berada di dalam reruntuhan bangunan lebih dari 30 jam dalam suhu di bawah nol di reruntuhan blok apartemen.

Dalam insiden mematikan lainnya di Magnitogorsk, sebuah mini bus berbahan gas meledak dan menewaskan tiga orang.

Bagaimana Ivan Ditemukan?

Ivan ditemukan terbungkus selimut di atas ranjangnya di bawah reruntuhan apartemen tersebut.

Bangunan apartemen itu terletak di kota Magnitogorsk, di wilayah Ural, sekitar 1.695 km dari ibu kota Moskow, di mana suhu siang hari sekitar -17C.

Salah-seorang tim penyelamat, Pyotr Gritsenko menggambarkan sosok bayi itu, yang awalnya dia pikirkan sebagai seorang remaja perempuan, saat ditemukan.

"Kami harus memastikan situasinya hening, sehingga kami bisa mendengar apakah ada suara atau tidak," katanya kepada saluran televisi pemerintah Rusia, Rossia 24.

"Salah seorang anggota tim penyelamat, Andrei Valman, mendengar bocah menangis dari reruntuhan bangunan apartemen, di dekat sisi bangunan yang masih berdiri.

"Setelah itu, kami menghentikan semua peralatan berat kami untuk memastikan lagi, dan mendengarkan. Ketika kami berkata `Diam!` bayi itu bereaksi dan diam. Ketika kami berkata, "Di mana kamu?" dia mulai bereaksi lagi.

"Ketika kami yakin, pimpinan tim kami, yang lebih berpengalaman, mengatakan `Di sinilah kita akan bekerja` dan mengatakan agar kami semua mulai menghilangkan puing-puing."

Seberapa Besar Tantangan yang Dihadapi Penyelamat?

Pihak berwenang sebelumnya mengumumkan mereka menghentikan sementara proses pencarian korban selamat setelah diketahui gedung itu tidak stabil.

"Mustahil untuk terus bekerja dalam kondisi seperti itu," kata Menteri kedaruratan Rusia, Yevgeny Zinichev, dengan mengatakan "ancaman nyata tertimpa bangunan yang akan runtuh".

Diperlukan waktu sekitar 24 jam untuk mengamankan gedung, kata wartawan BBC, Sarah Rainsford sekitar pukul 13:00 waktu setempat pada Selasa.

Pihak berwenang berpacu dengan waktu untuk menemukan korban selamat, dengan suhu yang diperkirakan akan terus turun dalam semalam.

Komplek bangunan apartemen itu merupakan rumah bagi 120 orang penghuninya, dan 48 blok apartemen runtuh akibat ledakan gas tersebut.

"Saya terbangun dan merasa diri saya terjatuh," kata seorang saksi mata kepada televisi Rusia, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

"Dinding ruangan kami hilang tak berbekas. Ibuku berteriak dan anak saya terkubur."

Saksi lainnya berujar bahwa muncul "gelombang api" setelah ledakan terjadi.

Saluran televisi berita Vesti, Rusia mengatakan lebih dari 50 orang penghuni blok terdampak akibat ledakan itu sudah teridentifikasi.


Tim SAR dihadapkan kendala kemungkinan tertimpa bangunan yang masih labil saat mencari korban di bawah puing-puing. - AFP


Ledakan gas, yang terjadi pukul 06:02 waktu setempat, diperkirakan telah menghancurkan lantai pertama dan berlanjut dengan runtuhnya tujuh lantai di atasnya. - Reuters

Ledakan gas, yang terjadi pukul 06:02 waktu setempat, diperkirakan telah menghancurkan lantai pertama, yang terdiri dari beberapa kantor, dan berlanjut dengan runtuhnya tujuh lantai di atasnya.

Otoritas hukum Rusia telah mulai melakukan penyelidikan insiden ledakan gas di gedung apartemen ini. Dan hari Rabu (02/01) telah dinyatakan sebagai hari berkabung di kota Magnitogorsk.


- BBC