Gunung Taal Meletus, Ribuan Orang Dievakuasi dan Potensi Tsunami

Gujung Taal di Filupina meletus
Sumber :
  • Twitter Sebastiene Mark

VIVA – Gunung Taal di Manila, Filipina mengalami erupsi dan memuntahkan abu di seluruh kota negara itu. Hal tersebut membuat penerbangan dibatalkan dan otoritas Filipina memperingatkan potensi letusan eksplosif. 

Dikutip dari Aljazeera, ribuan orang dievakuasi dari tempat tinggalnya di wilayah sekitar gunung tersebut setelah memuntahkan abu dan awan panas setinggi 15 kilometer (km) pada Minggu, 12 Januari 2020. Petir di awan menggelegar dan bumi bergoyang.

Taal merupakan salah satu gunung berapi aktif terkecil di dunia yang berada di tengah danau sekitar 70 km selatan Manila. Otoritas Filipina menyebut ada potensi letusan gunung tersebut menyebabkan tsunami.

"Taal adalah gunung berapi yang sangat kecil tapi gunung berapi yang berbahaya. Ini unik karena merupakan gunung berapi di dalam gunung berapi," kata Kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, Renato Solidum. 

Peringatan bahaya status gunung berapi itu ditingkatkan menjadi level 4. Statusnya akan ditingkatkan menjadi 5 jika letusan berbahaya terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari dengan wilayah lebih luas. 

Filipina  terletak di Ring of Fire yang juga rentan terhadap gempa bumi. Taal merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Filipina ini telah meletus lebih dari 30 kali dalam lima abad terakhir.

Gunung ini terakhir meletus pada tahun 1977 dan letusan yang terjadi pada 1911 telah menewaskan 1.500 orang. Sedangkan letusan pada tahun 1754 berlangsung selama sebulan lamanya. 

Baca juga: Iran Kembali Tembakkan Rudal ke Pangkalan Militer AS di Irak

Penerbangan dihentikan

Erupsi gunung Taal memaksa dilakukannya pembatalan terhadap 172 penerangan masuk dan keluar bandara internasional Manila, kemarin. General Manager Ed Monreal bilang, penerbangan juga masih akan dihentikan pada hari ini, Senin, 13 Januari 2020 karena abu di landasan pacu. 

Pemerintah Filipina pun memerintahkan meliburkan PNS dan sekolah-sekolah di Manila serta daerah lain yang terdampak. Perusahaan swasta juga disarankan untuk melakukan hal yang sama. 

Sementara antrean panjang terjadi di toko-toko yang menjual masker. Hal itu menyusul peringatan dari otoritas kesehatan terkait kemungkinan masalah pernapasan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Warga juga diimbau untuk tetap tinggal di rumah dan menggunakan masker debu ketika keluar.