Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Melbourne 2 Kali Lockdown Penularan Corona Masih Naik, Apa yang Salah

Selasa, 28 Juli 2020 | 13:21 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Lockdown kedua yang mulai diterapkan di wilayah metropolitan Melbourne dan sekitarnya sudah berlangsung tiga pekan, namun jumlah kasus COVID-19 masih terbilang tinggi.

Sudah tiga pekan lockdown diberlakukan di kawasan metropolitan Melbourne dan Mitchell Shire, yang kini menjadi episentrum penularan virus corona di Australia. Tapi mengapa jumlah penularan masih tinggi?

Dalam pembatasan sosial tahap ketiga yang berlaku saat ini, warga Melbourne dan Mitchell Shire diwajibkan tinggal di rumah, kecuali untuk empat alasan: berbelanja kebutuhan penting, perawatan kesehatan, berolahraga, serta belajar atau kerja jika tak bisa dilakukan di rumah.

Baca Juga

Sejak Kamis lalu, penggunaan masker saat keluar di tempat umum bahkan sudah diwajibkan.

Terlepas dari semua aturan tersebut, jumlah kasus baru tetap tinggi setiap harinya, dengan angka penularan tertinggi yakni 532 kasus tercatat Senin kemarin.

Jadi mengapa lockdown tidak menurunkan jumlah kasus secara lebih dramatis? Apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus?

Kami menanyakan hal ini kepada sejumlah para pakar dan inilah penjelasan mereka:

Tak mematuhi aturan

Pada saat ini jumlah kasus seharusnya sudah mengalami penurunan drastis, menurut Dr Philip Russo dari Sekolah Tinggi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Australasian.

Menurutnya masih tingginya penularan virus corona menunjukkan adanya ketidakpatuhan masyarakat terhadap pembatasan-pembatasan tersebut.

"Jelas ada orang yang tidak mengikuti aturan. Mungkin mereka merasa tidak masalah jika terinfeksi," kata Dr Russo.

"Ketidakpatuhan jelas terlihat di media sosial," tambahnya.

Menurut dia, meski sebagian besar warga Melbourne telah mengenakan masker, namun jangan sampai timbul rasa percaya diri berlebihan yang membuat orang semakin sering keluar rumah.

"Meskipun kita semua mengenakan masker sekarang, namun kita masih harus tinggal di rumah dan hanya keluar untuk empat alasan itu," katanya.

Dr Russo memperingatkan jangan sampai penggunaan masker membuat orang semakin berani keluar rumah sesuka hatinya.

Ia menambahkan, pesan terpenting yang harus dipatuhi yaitu tetap berusaha menjaga jarak, menjaga kebersihan, dan tinggal di rumah.

Tekanan untuk bekerja

Menteri Utama negara bagian, Premier Victoria Daniel Andrews Senin kemarin menyatakan para pekerja tidak mau izin tak masuk kerja saat sakit karena alasan finansial.

Hal ini dibenarkan oleh Profesor Julie Leask dari University of Sydney.

"Misalnya, untuk pekerja lepas, bila mereka menjalani isolasi setelah tes COVID-19 [sesuai imbauan], maka mereka tidak bekerja. Ini mengurangi peluang mereka untuk dipanggil kembali," jelasnya.

"Jadi lebih mudah bagi mereka untuk mengabaikan tenggorokan yang gatal hanya sebagai gejala pilek biasa, "katanya.

Profesor Leask mengatakan sistem kerja lepas yang hanya dibayar jika masuk kerja, telah menjadi permasalahan dalam industri kesehatan selama ini, sehingga sulit diharapkan akan selesai dalam semalam.

"Hal ini sudah lama kita ketahui. Pandemi dan epidemi hanya mengungkapkan kelemahan yang ada," jelasnya.

KP Lockdwon Melbourne Kedua "Lockdown" Melbourne babak kedua:

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler