Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Universitas Terkaya Australia Ternyata Bayar Pegawai di Bawah Standar

Kamis, 6 Agustus 2020 | 15:38 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Laporan tahunan University of Melbourne membukukan kekayaan sebesar 4,43 miliar dolar (sekitar Rp 46 triliun) sementara 72,9 persen pegawainya berada dalam ketidakpastian kerja.

Perguruan tinggi terkaya di Australia, University of Melbourne diam-diam telah membayarkan kembali kekurangan gaji kepada sekitar 1.500 tenaga akademik di empat fakultas. Kasus ini dikenal sebagai pencurian gaji.

Melbourne University akan mengganti jutaan dolar kekurangan gaji pegawainya. Para pegawai bestatus kasual mempersoalkan kondisi kerja terkait penggajian yang dianggap tidak adil. Mereka membayar pegawai untuk memeriksa ujian mahasiswa berdasarkan hitungan waktu.

Baca Juga

Sebelumnya, terjadi perselisihan terkait langkah universitas yang menjadikan kegiatan tutorial sebagai kelas praktik agar bisa membayar para tutor hanya sepertiga dari yang semestinya.

Universitas juga hanya mengalokasikan waktu tiga menit bagi tenaga akademik untuk memeriksa ujian mahasiswa, dengan sistem pembayaran "upah per satuan [berkas ujian]".

Serikat Buruh Perguruan Tinggi (NTEU) menuding tindakan tersebut sebagai kejahatan sistemik, dan ditengarai terjadi juga di dua universitas papan atas lainnya di Australia.

"Apa yang terjadi di Melbourne University hanyalah puncak gunung es," ujar Ketua NTEU Dr Alison Barnes kepada ABC.

"Jika hal itu bisa terjadi di Melbourne University, salah satu lembaga yang paling sejahtera, maka tentunya ini bisa terjadi di universitas mana pun," tambahnya.

Praktek tersebut konon sudah terjadi sejak lebih dari satu dekade, namun para tenaga akademik baru bicara terbuka mengenai hal itu sekarang, karena takut kehilangan pekerjaan mereka.

Ganti rugi akan dilakukan

Pengurus serikat buruh NTEU, Sarah Roberts turut membantu proses negosiasi permasalahan ini.

Disebutkan, pembayaran ganti rugi menurut aturan Undang-Undang akan dilakukan, meski serikat buruh dan universitas masih memiliki perbedaan pendapat.

Laporan tahunan terbaru University of Melbourne menyebutkan, kekayaannya mencapai A$4,43miliar (sekitar Rp46 triliun) sementara posisi kerja 72,9 persen pegawainya tidak memiliki kepastian.

Pihak universitas diketahui telah menyurati 615 orang tutor di Faculty of Arts, meminta mereka mengajukan klaim minggu ini.

Ini merupakan pembayaran tahap pertama yang ditujukan bagi tutor yang masih dipekerjakan oleh universitas.

Salah satunya tutor sejarah bernama Shan Windscript.

Ia turut memperjuangkan nasib para tutor ini sejak dua tahun lalu.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler