Retno Tegaskan Sikap RI soal Laut China Selatan pada Menterinya Trump

Menlu RI Retno Marsudi saat menerima kunjungan Menlu AS Mike Pompeo di Jakarta 4 Agustus 2018. (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Fajar Ginanjar Mukti

VIVA – Indonesia menegaskan bahwa konflik terbuka di mana pun, termasuk di Laut China Selatan, tidak akan menguntungkan pihak mana pun. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat berkomunikasi lewat sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo.

"Terkait perkembangan di Laut China Selatan, saya menekankan kembali bahwa Indonesia ingin terus menjaga agar Laut China Selatan sebagai laut yang stabil dan damai," kata Retno dalam keterangan pers virtual, Jumat, 7 Agustus 2020.

Retno menegaskan bahwa Indonesia selalu menekankan mengenai pentingnya semua pihak untuk menghormati hukun internasional yang telah menjadi kesepakatan internasional, termasuk UNCLOS 1982.

Baca: Perang Bisa Meletus Jika Amerika Banyak Tingkah di Laut China Selatan

Sampai kini, China dan Amerika sama-sama masih terlibat dalam perang urat syaraf baik dalam politik internasional dan aksi unjuk kekuatan militer.

Untuk kesekian kalinya, Pompeo, menyatakan bahwa aksi China di Laut China Selatan adalah sebuah pelanggaran berat hukum internasional, yang sengaja melakukan kampanye militer, untuk mencapai ambisi membangun "kerajaan maritim" di wilayah itu.

Perdamaian Afghanistan

Selain membahas isu Laut China Selatan, Retno dan Pompeo juga membahas upaya bersama untuk mendorong Intra-Afghan Negotiation yang menjadi proses penting dalam menyelesaikan konflik di Afghanistan lewat Afghan-owned Process.

"Indonesia menyampaikan kembali komitmen nya untuk terus dapat berkontribusi dalam proses perdamaian dan membangun perdamaian yang lestari di Afghanistan," kata Retno. (ren)