MH17 Diduga Dirudal, 280 Penumpang dan 15 Kru Tewas

kecelakaan pesawat Malaysia Airlines di Ukraina
Sumber :
  • REUTERS/Maxim Zmeyev
VIVAnews - Pejabat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, mengatakan sebanyak 280 penumpang dan 15 kru pesawat Malaysia Airlines MH17, dinyatakan tewas akibat ditembak oleh kelompok militan Ukraina pro Rusia. Koresponden Reuters
di Ukraina, melaporkan puluhan jasad terlihat di dekat desa Grabovo. Dia juga melihat serpihan pesawat di lokasi tersebut.

BBC
edisi Kamis, 17 Juli 2014 melansir baik dari Pemerintah Ukraina dan kelompok pemberontak telah membantah menembak jatuh pesawat di daerah yang dekat dengan perbatasan Rusia. Analisa seorang pakar pertahanan yang dikutip BBC menyebut pesawat MAS ditembak jatuh menggunakan pesawat tempur yang membawa rudal.


Pesawat diduga ditembak jatuh ketika sedang berada di ketinggian 10 ribu meter. Untuk bisa menjangkau pesawat itu, membutuhkan serangan rudal melalui udara. Kemungkinan besar, serangan itu dipandu menggunakan radar.


Perdana Menteri Ukraina, Areseny Yatseniuk melalui juru bicaranya, Olga Lappo, telah memerintahkan sebuah penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pesawat sipil itu dijadikan sasaran tembak.


Perintah serupa juga diminta oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Abdul Razak. Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menghubungi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengenai jatuhnya pesawat.


"Pemimpin Rusia menginformasikan kepada Presiden AS mengenai laporan menara pengawas yang baru saja diketahui sebelum telepon itu dilakukan. Bahwa pesawat MAS telah jatuh di Ukraina," ujar Istana Kremlin melalui sebuah pernyataan.


Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, turut membenarkan jatuhnya pesawat MAS jenis Boeing 777-200 ER tersebut. Dia menyebut ini merupakan peristiwa tragis dalam beberapa hari terakhir.


Dia mengklaim sebelumnya dua pesawat militer Ukraina An-26 dan Su-25 telah ditembak jatuh di area Rusia.


"Pasukan bersenjata Ukraina tidak menembak target di udara," ungkap Poroshenko.


Sementara di satu sisi, pemimpin kelompok separatis Ukraina, Alexander Borodai, menyalahkan pihak Poroshenko.


"Rupanya, ini merupakan pesawat sipil berpenumpang dan benar-benar ditembak jatuh oleh angkatan bersenjata udara Ukraina," ungkap Borodai di stasiun televisi milik Pemerintah Rusia, Rossiya 24.


Pesawat itu dilaporkan bertolak dari Amsterdam, Belanda menuju ke Kuala Lumpur, Malaysia. Pesawat lepas landas sekitar pukul 12.14 dan dijadwalkan tiba di Kuala Lumpur pukul 06.09. (adi)