NU Minta Muslim Tiongkok Tak Campuri Urusan Politik

Persiapan Menuju MTQ Internasional
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar
VIVA.co.id
- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta umat Muslim yang tinggal di negara Republik Rakyat Tiongkok untuk tidak mencampuri urusan politik di negara itu.

Said bercerita tentang perjalanannya ke kota Beijing dan distrik Huangzhou di negara itu. Di kedua daerah yang dikunjunginya, Said mengatakan, umat Muslim negara itu bisa melaksanakan ibadahnya dengan nyaman dan aman.

Di kedua daerah tersebut juga berdiri beberapa masjid di mana umat Muslim dari berbagai penjuru selalu berdatangan untuk melaksanakan ibadah.

"Keadaan umat Muslim di sana jauh lebih tenang dari keadaan umat Muslim di negara Perancis yang selalu diawasi dan diintimidasi," ujar Said dalam acara berbuka puasa bersama yang dihadiri Dubes RRT untuk Indonesia, Xie Feng, di kantor PBNU, Jakarta Pusat.

Said mengatakan pemerintah RRT sangat melindungi dan menjamin kebebasan beribadah umat Muslim yang notabene merupakan kaum minoritas di negara itu. Maka dari itu, Said mengimbau, umat Muslim yang telah terjamin hak beribadahnya itu tak perlu mencampuri urusan politik di sana.

Umat Muslim di Tiongkok bisa menikmati kebebasan beribadah yang diberikan kepadanya dengan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Saya mengharap umat Islam di RRT untuk beribadahlah dengan tenang, jalankan Islam dengan baik, jangan masuk ke wilayah aktivitas politik yang akan mengganggu stabilitas negara RRT," ujar Said.

Menurut dia, NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan lebih dari 70 juta orang anggota, tidak pernah memanfaatkan basis massa yang besar yang dimilikinya untuk membuat gonjang-ganjing politik.

"NU selalu mendukung terwujudnya stabilitas politik di negara Indonesia," ujar Said