Sepanjang 2016, 93 Jurnalis Tewas Saat Bertugas

Aksi Menentang Kekerasan Terhadap Jurnalis/Ilustrasi.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Siswowidodo

VIVA.co.id – International Federation of Journalist atau lembaga Federasi Internasional Jurnalis mengatakan total 93 jurnalis di seluruh dunia terbunuh saat melakukan tugas.

Pembunuhan tersebut terjadi karena mereka memang menjadi target atau menjadi korban baku tembak, seperti yang terjadi di 23 negara di Afrika, Asia Pasifik, Amerika, Eropa, juga Timur Tengah dan jazirah Arab.

Lembaga tersebut juga mencatat kematian 20 jurnalis Brasil yang tewas dalam kecelakaan pesawat di kota Medellin, Kolombia. Juga kematian sembilan reporter Rusia dekat kota Sochi, Rusia.

Diberitakan oleh Sputnik, Rabu, 4 Januari 2016, jumlah kematian jurnalis ini menurun dibanding tahun 2015 yang mencapai 112. IFJ juga mencatat penurunan angka kekerasan pada jurnalis di Honduras, Libya, Filipina, dan Sudan Selatan. Namun kekerasan terhadap jurnalis masih terus terjadi di Afghanistan, Guatemala, Meksiko, dan Irak.

IFJ adalah organisasi jurnalis terbesar di dunia. Organisasi ini berdiri sejak tahun 1926. Saat ini, IFJ memiliki 600.000 member dari 140 negara. Kampanye utama IFJ adalah kebebasan pers. (ase)